deadlinenews.co/, SANGATTA – Olahraga paralayang Kutai Timur mulai diproyeksikan sebagai magnet baru untuk menarik wisatawan. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menyiapkan paralayang sebagai daya tarik utama yang menawarkan pengalaman melihat lanskap daerah dari udara.
Dilansir dari Antara Kaltim, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa Sebatik Flying Site bukan hanya arena olahraga, tetapi juga destinasi rekreasi yang memperkuat citra paralayang Kutai Timur sebagai kegiatan unggulan daerah. “Sebatik Flying Site dengan olahraga paralayang, bukan hanya arena olahraga, tapi juga salah satu destinasi pariwisata Kutim,” ucap Ardiansyah di Sangatta, Minggu, 9 November 2025.
Ardiansyah menjelaskan, kehadiran aktivitas udara di Sebatik Flying Site, Desa Suka Damai, Kecamatan Teluk Pandan, membuka peluang baru untuk mengembangkan wisata olahraga. Menurutnya, paralayang Kutai Timur akan menjadi pilihan menarik bagi wisatawan sebagaimana diving dan snorkeling di Desa Pulau Miang yang telah lebih dulu dikenal. Paralayang menawarkan sudut pandang yang berbeda, memungkinkan pengunjung menikmati panorama Kutai Timur dari ketinggian.
“Kita ingin Teluk Pandan dikenal bukan hanya indah, tapi juga menjadi destinasi wisata olahraga unggulan di Kalimantan Timur,” tuturnya. Dengan positioning tersebut, paralayang Kutai Timur diharapkan mampu menarik minat turis sekaligus mempromosikan potensi lokal lainnya.
Secara umum, paralayang merupakan olahraga terbang bebas menggunakan sayap kain dan lepas landas dengan kaki. Aktivitas ini diminati tidak hanya untuk rekreasi, tetapi juga kompetisi, sehingga berpotensi besar mendukung kemajuan pariwisata Kutim. Penetapan Sebatik Flying Site sebagai lokasi resmi paralayang Kutai Timur pada Jumat (7/11) turut memperkaya ekosistem wisata berbasis masyarakat yang tengah dikembangkan pemerintah daerah.
“Kami ingin masyarakat ikut menikmati manfaat ekonomi dari kegiatan itu,” kata Ardiansyah. Ia menilai keberadaan paralayang Kutai Timur bisa membuka peluang usaha baru, mulai dari penyedia jasa wisata, kuliner, hingga penginapan.
Camat Teluk Pandan, Anwar, juga menekankan nilai strategis Sebatik Flying Site. Menurutnya, lokasi tersebut bukan semata sarana olahraga, tetapi menjadi langkah awal dalam pengembangan ekonomi dan pariwisata berkelanjutan di Kutai Timur. “Jika potensi Sebatik Flying Site benar-benar besar dan bisa menambah PAD, maka perlu tindak lanjut berupa peningkatan kualitas jalan masuk yang lebih aman dan memadai,” ungkapnya.
Meski menjanjikan, Anwar mengakui bahwa akses menuju puncak Sebatik Flying Site masih terbatas. Jalan menuju kawasan paralayang Kutai Timur saat ini berupa tanah berbatu dari Poros Trans Kalimantan, sehingga perlu perbaikan untuk mendukung kenyamanan wisatawan.
“Semoga dengan adanya destinasi olahraga wisata ini, dapat meningkatkan infrastruktur dan perekonomian di wilayah Teluk Pandan,” katanya. Harapannya, perkembangan paralayang Kutai Timur dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi lokal, memicu peningkatan fasilitas umum, serta memperkuat posisi Kutai Timur sebagai tujuan wisata olahraga terbaik di Kalimantan Timur.

