deadlinenews.co/, SAMARINDA – Pelatihan membatik Kaltim 2025 yang digelar Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelatihan Koperasi Dinas PPKUKM Provinsi Kalimantan Timur menarik perhatian pelaku UKM, perempuan, dan masyarakat kreatif. Kegiatan yang berlangsung 30 September–3 Oktober 2025 ini bertujuan mendorong lahirnya peluang usaha baru dan memperkuat identitas batik khas Kalimantan agar bisa menembus pasar internasional.
Dilansir dari RRI Kaltim, UPTD Pelatihan Koperasi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Provinsi Kaltim mengadakan pelatihan keterampilan membatik selama empat hari di Jalan DI Panjaitan, Samarinda. Pelatihan ini ditujukan bagi pelaku usaha kecil menengah (UKM) dan masyarakat umum sebagai upaya pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Salah satu peserta, pembatik asal Balikpapan Sien Marietje Pongoh, mengaku mendapat banyak ilmu baru dalam pelatihan tersebut. Ia bersama peserta lain belajar teknik dasar membatik mulai dari membuat pola, mencanting, hingga pewarnaan.
“Yang paling menantang itu mencanting. Karena harus teliti sekali, kalau tidak hasilnya kurang maksimal. Tapi kalau sudah bisa, ini bisa jadi peluang besar karena batik handmade sangat bernilai dan bisa go internasional,” ujarnya, Kamis (2/10/2025).
Menurut Sien, batik khas Kalimantan memiliki daya tarik tersendiri dengan ragam motif bernuansa budaya Dayak dan alam. Ia menilai pengembangan batik tidak hanya memperkuat identitas lokal, tetapi juga membuka peluang ekspor.
“Nama baik batik dari Balikpapan dan Kaltim bisa dikenal lebih luas. Apalagi sekarang batik Kalimantan banyak digemari,” ucapnya.
Peserta lain, pembatik muda asal Samarinda Asrah Qonitah Husna, menuturkan bahwa batik juga digemari kalangan generasi muda karena sarat nilai seni dan budaya.
“Anak muda suka hal kreatif. Kebetulan saya juga desainer dan menjahit, jadi tertarik untuk menerapkan batik pada pakaian yang saya buat,” katanya.
Asrah bahkan terinspirasi membuat cetakan batik cap ramah lingkungan dari kardus bekas. Menurutnya, meski batik printing lebih cepat, batik canting memiliki nilai seni yang lebih tinggi.
“Kalau printing memang lebih cepat, tapi batik canting punya nilai seni lebih tinggi. Saya ingin nanti bisa kolaborasi dengan desain busana,” ujarnya.
Kasi Pelatihan UPTD Koperasi Dinas PPKUKM Provinsi Kaltim, Apriani Kartinosa, menegaskan keterampilan membatik bisa menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat, khususnya perempuan.
“Selain menambah penghasilan keluarga, kegiatan ini juga diharapkan mampu menekan angka pengangguran sekaligus mengangkat nama batik Kalimantan Timur di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya












