deadlinenews.co/, TENGGARONG – Menjadi kelurahan dengan penduduk terpadat se-Kukar, Kelurahan Loa Ipuh Kecamatan Tenggarong, hingga kini tak kunjung dimekarkan. Padahal, rencana ini berhembus sejak era Bupati Kukar Rita Widyasari.
Justru Kelurahan Mangkurawang lebih dulu dimekarkan dengan terbentuknya Desa Mangkurawang Dalam. Kajian dari Balitbangda Kukar, kini bernama Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brinda), Loa Ipuh sangat layak dimekarkan.”Penduduk kami mencapai 26.000 jiwa yang tersebar di 77 RT,” ucap Lurah Erri Suparjan, kemarin.
Sudah ada nama calon kelurahan baru hasil pemekaran, yaitu Loa Ipuh Seberang dan Loa Ipuh Tengah. Kendala pembentukan dua wilayah baru ini hanya karena belum ada lokasi kantor. ”Lahan kantornya belum ada,” jelasnya.
Salah satu persoalan berat yang dihadapi Loa Ipuh karena kepadatan populasi yakni pemilihan RT secara serentak. Pemilihan harus dilakukan secara bertahap. Bulan depan akan dilakukan pemilihan RT serentak yang pelaksanaannya dibagi lima hari. “Sebanyak 40 RT akan lakukan pemilihan ketua RT serentak, satu hari ada delapan RT yang laksanakan pemilihan,”jelasnya.
Tersisa 37 RT akan digelar tahun 2026 dan dua tahun kemudian. Pendanaan dan Sumber Daya Manusia (SDM) juga kerap jadi kendala. ”Satu RT ada yang sampai 120-150 KK, ini terbilang padat,” sebutnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Muhammad Irianto mengakui, cepat atau lambatnya pemekaran Loa Ipuh tergantung pihak kelurahan dan kecamatan. ”Kami menunggu saja, semakin cepat diurus, maka bisa segera pemekaran Kelurahan Loa Ipuh,” ungkapnya.
Pemkab Kukar, sebut Irianto, membatasi pemekaran RT. Usulan pemekaran RT cukup banyak yang masuk ke dinasnya. Ia tidak mengetahui secara pasti banyaknya usulan tersebut. ”Apakah kemungkinan karean ada dana bantuan RT dari Pemkab, atau ada faktor lainnya, saya kurang tahu,” pungkasnya.(Andri)