Pemkab Minta Data Orang Asing ke Imigrasi, Jawabannya Berbulan-bulan

deadlinenews.co/, TENGGARONG – Pemkab Kukar melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) mengaku kesulitan mendapatkan data keberadaan orang asing . “Di Kesbangpol ada sub bidang pengawasan orang asing, tapi tidak bisa maksimal karena kami kesulitan untuk mendapatkan data orang asing,” sebut Sekretaris Badan Kesbangpol Kukar Sutrisno saat menghadiri Rakor Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) bersama Kantor Keimigrasian Samarinda, Selasa 5 Agustus 2025.

Sutrisno mengatakan, data keberadaan orang asing di Kukar harus diminta ke Dirjen Keimigrasian RI di Jakarta. “Ini menjadi kendala kita untuk mengetahui keberadaan orang asing,” keluhnya.

Padahal, lanjut dia, data itu sangat penting untuk mendeteksi persoalan sosial kemasyarakatan yang ada di wilayah operasi perusahaan yang mempekerjakan orang asing. “Kami terima laporan masalah sosial pekerja orang asing, tapi tidak terlalu banyak,” paparnya.

Persoalan senada juga disampaikan Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Kukar Ali Mustofa. Dia menyebut persoalan yang tidak pernah selesai adalah sulitnya mendapatkan data keberadaan orang asing di Kukar. “Kalau ada persoalan dan gesekan menyangkut orang asing, baru kami orang daerah diminta menyelesaikan. Padahal, kami sulit mendapatkan data orang asing,” tegasnya.

Kasubag Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Samarinda Yudi Rioka S tidak membantah keluhan tersebut. Menurutnya, untuk mendapatkan data orang asing tidak bisa cepat dikirimkan seperti via WhatsApp. Namun, harus menyampaikan pengajuan surat resmi. “Karena kalau data dikirim via WA, tidak aman, mudah diretas,” jelasnya.

Dia mengakui jawaban melalui surat permohonan agak lama berproses di Dirjen Keimigrasian. “Pernah Polresta Samarinda meminta data sampai tiga bulan baru mendapatkan respon balasan,” pungkasnya.

Data sementara Kantor Keimigrasian Samarinda, data orang asing yang bekerja di Kukar sebanyak 220 orang, terbanyak bekerja di PT Kalimantan Ferro Industri yang berada di Kecamatan Sangasanga. Sebanyak 128 orang pekerja asal Cina. Kemudian, di PT Rea Kaltim Plantations Kecamatan Kembang Janggut dengan jumlah tenaga asing sebanyak 22 orang, berasal dari Australia, Afrika Selatan, Belgia, Malaysia dan Inggris.(Andri)

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya