deadlinenews.co/, SAMARINDA – Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji menegaskan, pemerintah provinsi kini fokus menyelamatkan ekosistem mangrove yang rusak. Sedikitnya 110.867 hektare lahan potensial di Kaltim siap direhabilitasi untuk memulihkan fungsi hutan mangrove, ekosistem, lingkungan, dan tambak berkelanjutan.
Dilansir dari Antara, data Peta Mangrove Nasional 2024, Kaltim masih memiliki peluang besar untuk mengembalikan ekosistem pesisirnya. Lahan potensial tersebut sebagian besar merupakan kawasan terdegradasi yang bisa dihijaukan kembali melalui program rehabilitasi.
Menurut Seno Aji, salah satu penyebab utama kerusakan mangrove adalah alih fungsi lahan menjadi tambak. Tren tersebut telah berlangsung sejak 1994 hingga 2024, menyebabkan deforestasi signifikan di sejumlah wilayah. “Kabupaten Kutai Kartanegara tercatat sebagai daerah dengan kehilangan mangrove terbesar,” ungkapnya di Samarinda, Rabu (28/8).
Saat ini, luas mangrove eksisting di Kaltim tersisa sekitar 240.870 hektare. Untuk mengatasi penurunan ini, Pemerintah Provinsi Kaltim membentuk Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD). Lembaga ini berfungsi menyinergikan program antarinstansi sekaligus memfasilitasi penyelesaian masalah di lapangan.
Salah satu strategi yang ditempuh KKMD adalah mendorong penerapan tambak ramah lingkungan atau silvofishery, serta memperluas kegiatan rehabilitasi ekosistem mangrove yang rusak. Pemprov Kaltim juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta menjaga keberlanjutan pesisir.
“Ini bukan hanya soal menanam kembali, tetapi juga memastikan mata pencaharian masyarakat berbasis ekosistem mangrove dapat berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan,” kata Wagub Seno Aji.
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya