Pemprov Kaltim siapkan eks Bandara Temindung untuk layanan public

deadlinenews.co/, SAMARINDA – Pemprov Kaltim mempercepat transformasi eks Bandara Temindung di Samarinda menjadi kawasan strategis yang mengintegrasikan pelayanan publik terpadu dan pengembangan ekonomi kreatif. Proyek eks Bandara Temindung ini diharapkan memperkuat peran Samarinda sebagai pusat aktivitas pemerintahan daerah, mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif, sekaligus mengoptimalkan aset daerah agar lebih produktif dan berkelanjutan.

Dilansir dari Antara Kaltim, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mematangkan perencanaan pengembangan eks Bandara Temindung sebagai pusat pelayanan publik terpadu dan sentra ekonomi kreatif. Kawasan yang sebelumnya menjadi bandara aktif ini kini diproyeksikan bertransformasi menjadi simpul baru aktivitas pemerintahan dan penggerak ekonomi daerah.

Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Kaltim, Adji Yudhistira, menjelaskan bahwa perencanaan pengembangan eks Bandara Temindung telah disusun secara komprehensif oleh Dinas PUPR Kaltim sejak 2024. Konsep besar yang disiapkan mencakup penataan kawasan, pembangunan infrastruktur dasar, serta pengembangan fasilitas perkantoran modern.

“Optimalisasi aset ini diharapkan mampu mendorong peningkatan PAD sekaligus menciptakan ruang baru bagi aktivitas pemerintahan serta pengembangan ekonomi kreatif di Samarinda,” ujar Adji Yudhistira.

Dalam tahap awal, eks Bandara Temindung akan difungsikan sebagai pusat konsolidasi berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Beberapa instansi akan dipusatkan dalam satu kawasan agar pelayanan publik lebih efisien dan mudah diakses masyarakat. Salah satu OPD yang direncanakan mulai menempati kawasan eks Bandara Temindung adalah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltim pada 2028.

Integrasi layanan pemerintahan di eks Bandara Temindung diyakini dapat memangkas jarak tempuh masyarakat, mempercepat proses administrasi, serta menciptakan kawasan pelayanan publik yang representatif. Konsep satu kawasan terpadu ini juga sejalan dengan upaya Pemprov Kaltim dalam memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis pelayanan prima.

Dukungan terhadap optimalisasi eks Bandara Temindung turut datang dari Komisi II DPRD Provinsi Kaltim. DPRD menilai pemanfaatan aset daerah tersebut sebagai langkah strategis yang tidak hanya berdampak pada peningkatan pelayanan publik, tetapi juga membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi kreatif di Samarinda.

Selain fungsi birokrasi, area eks Bandara Temindung saat ini juga telah dimanfaatkan sebagai Temindung Creative Hub (TCHub). Fasilitas ini menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku ekonomi kreatif, khususnya di bidang film, musik, seni pertunjukan, hingga industri kreatif berbasis digital. Keberadaan TCHub di kawasan eks Bandara Temindung dinilai mampu menjadi magnet baru bagi anak muda dan komunitas kreatif lokal.

Untuk menjaga kelancaran pengembangan kawasan, Pemprov Kaltim juga melakukan penertiban terhadap lapak liar dan bangunan tanpa izin di area eks Bandara Temindung. Langkah tegas ini dilakukan agar proses pembangunan berjalan sesuai rencana serta menjaga ketertiban tata ruang kawasan.

Pengelolaan eks Bandara Temindung dilakukan dengan prinsip transparan dan akuntabel. Pemprov Kaltim menegaskan bahwa optimalisasi aset ini menjadi bagian dari upaya memenuhi indikator Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dengan pengelolaan yang tertib, kawasan eks Bandara Temindung diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Jika menilik ke belakang, eks Bandara Temindung memiliki nilai historis yang kuat bagi masyarakat Samarinda. Bandara ini diresmikan pada 24 Juli 1974 dan selama puluhan tahun menjadi pintu gerbang utama penerbangan domestik di ibu kota Kalimantan Timur.

Namun, sejak Mei 2018, seluruh aktivitas penerbangan di eks Bandara Temindung resmi dipindahkan ke Bandara Internasional Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto. Sejak saat itu, kawasan ini mulai diarahkan untuk fungsi baru yang lebih relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Kini, melalui perencanaan matang dan dukungan lintas sektor, eks Bandara Temindung bersiap memasuki babak baru sebagai pusat pelayanan publik terpadu dan motor penggerak ekonomi kreatif. Pemprov Kaltim optimistis transformasi eks Bandara Temindung akan membawa dampak positif jangka panjang bagi Samarinda dan Kalimantan Timur secara keseluruhan.


Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp deadlinenews.co/

Gabung

Exit mobile version