deadlinenews.co/, SENDAWAR – Intake PDAM Tirta Sendawar di Sungai Mahakam kini berada dalam kondisi rawan dan menjadi sorotan serius. IPA Royoq menjadi isu krusial yang dikhawatirkan berdampak besar terhadap pelayanan air bersih bagi masyarakat Ibu Kota Sendawar dan sekitarnya. Jika tidak segera ditangani, intake PDAM Tirta Sendawar berpotensi mengalami kerusakan fatal yang mengancam pasokan air dalam jangka panjang.
Dilansir dari RRI Kaltim, Direktur Perumda Tirta Sendawar Kutai Barat, Untung Surapati, mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat mengenai kondisi intake PDAM Tirta Sendawar yang semakin rentan. Infrastruktur vital berupa rakit intake pompa di Sungai Mahakam dinilai membutuhkan pengamanan segera untuk mencegah dampak kerusakan akibat hantaman material kayu besar yang hanyut terbawa arus sungai.
Untung menjelaskan bahwa jika intake PDAM Tirta Sendawar mengalami kerusakan, maka distribusi air bersih ke pelanggan dapat terhenti total dalam waktu yang cukup lama. Kondisi ini akan berdampak langsung pada kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di wilayah Ibu Kota Sendawar.
Ancaman terhadap intake PDAM Tirta Sendawar bukan hanya bersifat teknis, tetapi juga menyangkut keberlangsungan pelayanan publik. Ia menegaskan bahwa kerusakan rakit intake pompa dapat menyebabkan layanan air bersih lumpuh selama dua hingga tiga bulan karena proses perbaikan membutuhkan waktu panjang dan biaya besar.
Sebenarnya, program pengamanan intake PDAM Tirta Sendawar di wilayah Royoq telah direncanakan sejak awal sebagai langkah mitigasi terhadap ancaman material kayu dan batang pohon besar di Sungai Mahakam. Namun hingga kini, rencana tersebut belum terealisasi secara fisik di lapangan.
Kondisi ini membuat pihak PDAM semakin khawatir terhadap keselamatan intake PDAM Tirta Sendawar. Tanpa pengamanan tambahan, rakit intake sangat rentan tersambar batang kayu besar yang dapat merusak struktur utama dan menghentikan operasional pengambilan air baku.
Selain persoalan intake, Untung juga menyoroti kondisi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Royoq yang dibangun sejak 2010. Ia menilai fasilitas tersebut sudah membutuhkan peremajaan atau peningkatan kapasitas untuk menyesuaikan dengan kebutuhan air masyarakat yang terus meningkat.
Keterbatasan kapasitas IPA turut berdampak pada kinerja intake PDAM Tirta Sendawar, karena sistem pengolahan air yang sudah tua tidak lagi optimal dalam mendukung distribusi air bersih. Hal ini menjadi salah satu faktor munculnya keluhan masyarakat terkait kualitas dan kelancaran layanan air.
Untung menyebutkan bahwa pihak PDAM telah mengajukan usulan peningkatan fasilitas IPA Royoq sejak tahun lalu. Namun hingga kini, belum ada realisasi anggaran yang menyentuh kebutuhan peremajaan tersebut. Padahal, peningkatan kapasitas IPA sangat penting untuk menopang kinerja intake PDAM Tirta Sendawar dalam jangka panjang.
Pemerintah Kabupaten Kutai Barat diharapkan dapat memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini. Pengamanan intake PDAM Tirta Sendawar serta peningkatan kapasitas IPA dinilai harus menjadi prioritas dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) mendatang.
Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola pemerintahan dan memastikan terpenuhinya infrastruktur dasar, khususnya layanan air bersih yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk aktif memantau informasi resmi dari PDAM Tirta Sendawar. Dengan mengikuti perkembangan terbaru, pelanggan dapat mengetahui kondisi intake PDAM Tirta Sendawar, status distribusi air, serta jadwal perbaikan jaringan jika terjadi gangguan.
