
deadlinenews.co/, TENGGARONG – Dianggap tidak maksimal menghasilkan keuntungan ke kas daerah, aset pelabuhan Ambarawang Laut (Ambalat) Kecamatan Samboja Barat diusulkan diambil alih oleh Perusda Tunggang Parangan(TP) .
“Pelabuhan Ambalat dibangun dengan biaya Rp 400 miliar dari tahun 2013, tapi belum menghasilkan keuntungan yang signifikan,” ucap Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, Senin 11 Agustus 2025, usai rapat membahas persoalan tersebut.
Kata dia, pelabuhan Ambalat selama ini dikelola Pemkab Kukar melalui Dishub. Dia berharap, aset dikelola Perusda TP sehingga menghasilkan keuntungan. “Jika pelabuhan di kelola Perusda, diharapkan lebih profesional dan menghasilkan deviden yang disetorkan untuk pendapatan asli daerah,” ucapnya.
Ketua DPRD khawatir, jika tidak dilimpahkan, maka aset pelabuhan Ambalatakan diambil alih oleh Otorita IKN. “Penguatnya nanti berupa Perda tentang penyertaan modal aset pelabuhan ke Perusda TP,” ucapnya.
Selain pelabuhan Ambalat, aset Pemkab Kukar yang berada di Graha 165 Jakarta juga perlu dilimpahkan pengelolaannya. “Saat itu, Pemkab memberikan penyertaan modal sekitar Rp 40 miliar, sedangkan saat ini sudah alami penyusutan aset sekitar Rp 20 miliar. Nanti, perusda TP yang akan mengelolanya,” tegasnya.(ADV18/Andri)
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya