Peringatan Serius: Mitigasi Banjir Kutai Timur Dipercepat, 7 Desa Masih Terendam

deadlinenews.co/, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus mempercepat mitigasi banjir Kutai Timur, menyusul meningkatnya genangan air yang melanda sejumlah wilayah. Upaya mitigasi banjir Kutai Timur ini menjadi fokus utama mengingat tujuh desa di Kecamatan Muara Wahau masih terdampak cukup parah. Banjir Kutim ini dipicu curah hujan tinggi, kondisi sungai yang meluap, serta perubahan penutupan lahan di daerah hulu.

Dilansir dari Antara Kaltim, rapat koordinasi mengenai mitigasi banjir Kutai Timur telah digelar pemerintah daerah untuk memperkuat langkah cepat penanganan. Tim gabungan juga sudah diterjunkan ke Kecamatan Muara Wahau, Kombeng, Karangan, dan Bengalon guna memastikan proses mitigasi banjir Kutai Timur dapat berjalan efektif di seluruh titik rawan.

Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman mengatakan upaya pengendalian telah dilakukan sejak laporan pertama diterima pemerintah daerah pada Minggu malam. Menurutnya, proses mitigasi banjir Kutai Timur saat ini harus dilakukan secara menyeluruh karena kondisi hulu sungai mengalami perubahan signifikan.

“Kita tahu di daerah hulu ada penggundulan, status hutan berubah menjadi lahan perkebunan kelapa sawit,” tegasnya.

Ardiansyah berharap situasi tidak berkembang menjadi bencana lebih besar seperti banjir bandang. Ia menegaskan pemerintah daerah terus memaksimalkan setiap langkah mitigasi banjir Kutai Timur untuk menekan risiko.
“Mudah-mudahan tidak sejauh itu. Selama ini kita hanya menghadapi banjir, bukan banjir bandang seperti di daerah lain,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim, Muhammad Naim, menyebut beberapa kecamatan mulai menunjukkan penurunan debit air. Namun, tujuh desa di Muara Wahau belum sepenuhnya pulih, sehingga mitigasi banjir Kutai Timur harus diperkuat di wilayah tersebut.

“Tujuh desa tersebut yang terendam yakni Muara Wahau, Nehes Liah Bing, Jak Luay, Long Wehea, Dabaq, Diaq Lay, dan Bea Nehas,” ujarnya.

Menurut Naim, tingginya curah hujan membuat Sungai Wahau meluap cukup drastis. Kondisi ini menyebabkan sebagian besar rumah warga terendam, dan proses mitigasi banjir Kutai Timur masih membutuhkan pemantauan intensif.
“Ketinggian air terus naik karena hujan di sana masih turun. Evakuasi belum ada laporan. Kalau tidak ada perkembangan, besok pagi tim BPBD akan turun ke lokasi,” jelasnya.

BPBD Kutim juga terus mengikuti peringatan cuaca dari BMKG agar langkah mitigasi banjir Kutai Timur dapat dilakukan lebih cepat. Pemantauan harian diperlukan karena potensi hujan berintensitas tinggi masih cukup besar di wilayah Kutim.

 


Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp deadlinenews.co/

Gabung

Exit mobile version