Pernah Dilarang Kuliah, Malah Lulus dengan Status Cumlaude 

deadlinenews.co/, TENGGARONG – Laqifa Shiela Amanda, lulusan Fakultas Agama Islam(FAI) Prodi PAI Unikarta tidak menyangka bisa meraih predikat cumlaude dengan meraih IPK 3,92 saat pengumuman Yudisium tahun 2025 beberapa hari yang lalu.

Lulusan MIPA SMAN 1 Tenggarong ini bercerita rintangan yang dialami. Seperti saat ia hendak kuliah di FAI Unikarta. Dia sempat dilarang oleh orang tua, terutama ayahnya. “Bapak sempat melarang saya kuliah di Unikarta, dan mengarahkan kuliah di Unmul Samarinda,” ucap Laqifa.

Anak perempuan yang ditinggal ibunda tercinta sejak SD ini sempat mendaftar di SNMPTN. Namun, dia gagal lolos masuk PTN. Semangat berkuliahnya tak lantas luntur. Dia lalu berkonsultasi ke salah satu gurunya di SMAN 1 Tenggarong.

“Saran guru saya, sudah masuk saja di Unikarta, insya Allah sukses. Kampus sama saja, tergantung mahasiswanya,” sebut Laqifa.

Dia menyadari, kesuksesan menempuh studi perlu dukungan dari pihak lain, terutama orang tua. Bukan hanya persoalan dana, tetapi dukungan doa juga sangat penting.

Larangan ayahnya kuliah di Unikarta dia jadikan motivasi. “Saya tunjukkan, setiap semester hasil IP saya bagus, akhirnya, ayah sangat mendukung saya terus lanjutkan prestasi di FAI,” ceritanya.

Kini, menyandang gelar sarjana, bagi Laqifa berarti akan bertemu dengan tantangan dan kondisi nyata. Hasu memberikan pengabdian kepada masyarakat. “Bagusnya, kita nanti bukan hanya dikenal karena gelar sarjana, tapi manfaat yang bisa berikan kepada orang banyak apa,” katanya.

Laqifa lahir dari ayah yang bekerja sebagai ASN Pemprov Kaltim, tepatnya di Disnakertrans Kaltim, juga lulusan Fisipol Unikarta. Sedangkan almarhumah ibunya lulusan Fekon Unikarta. Laqifa masuk kuliah tahun 2021 dengan masa studi selama 3,7 bulan. Laqifa sejak ditinggal ibunya, tinggal bersama paman.

Lulus dari Unikarta, Laqifa berencana melanjutkan ke  program Magister di UINSI Samarinda. Dirinya bercita-cita ingin menjadi guru, seperti sosok panutannya di SMAN 1 Tenggarong. Sebagaimana anak seusianya, dia masih bermain media sosial. Namun, kebiasaan membaca buku dan menulis sangat disenanginya. Karya tulisnya sudah masuk dan terbit di Jurnal SINTA 5 dan 6. “Ini sedang proses di Jurnal SINTA 2, terkait Pemberdayaan masyarakat yang saya angkat,” tutupnya.(Andri)

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

Exit mobile version