Pernyataan Sri Mulyani Soal Guru Tuai Polemik, Tenaga Pendidik di Kutai Barat Angkat Suara

Sri Mulyani soal guru, guru Kutai Barat kecewa, guru beban negara, polemik pernyataan Sri Mulyani, perjuangan tenaga pendidik
Pernyataan Sri Mulyani Disorot, Guru Kubar Sampaikan Harapan (Foto: Edy/RRI)

deadlinenews.co/, SENDAWAR – Pernyataan Sri Mulyani soal guru sebagai beban negara menuai kontroversi dan kekecewaan dari kalangan tenaga pendidik. Salah satunya datang dari guru di Kutai Barat, Kalimantan Timur, yang menilai ucapan tersebut merendahkan profesi guru yang sejatinya berperan penting dalam mencerdaskan generasi bangsa.

Dilansir dari RRI, Menteri Keuangan Sri Mulyani kembali menjadi sorotan publik usai ucapannya yang menyebut guru sebagai beban negara. Pernyataan itu memicu polemik luas, bahkan masyarakat umum turut menyampaikan rasa kecewa dan kritik.

Lelyka Nur Valentin, seorang guru di Kutai Barat, mengaku tersinggung dengan pernyataan tersebut. Ia menegaskan, dirinya bersama ribuan guru lain tidak merasa menjadi beban negara.

“Kalau guru sebagai beban negara, maka beban yang bagaimana? Teman-teman kami sesama guru di sekolah negeri banyak yang dibayar sukarela dengan masa kerja bertahun-tahun,” kata Lelyka, Senin (18/8/2025).

Ia menjelaskan, banyak guru baik di sekolah negeri maupun swasta yang bertahan dengan penghasilan minim, bahkan hanya mengandalkan honor sukarela, semata-mata demi mendidik generasi bangsa.

Menurutnya, ucapan yang menempatkan guru sebagai beban negara sungguh melukai hati para tenaga pendidik. Padahal, guru adalah ujung tombak kemajuan bangsa dan memiliki peran vital dalam mencerdaskan anak didik.

“Tanpa peran guru, kualitas sumber daya manusia Indonesia akan sulit berkembang,” tegasnya.

Sebagai pendidik, Lelyka berharap pemerintah lebih menghargai perjuangan guru dengan kebijakan yang meningkatkan kesejahteraan, bukan sebaliknya. Ia meminta pemerintah tidak merendahkan profesi guru, melainkan memberikan dukungan dan kesempatan setara, baik bagi guru negeri maupun swasta.

“Kami berharap pemerintah lebih mendengar suara guru, karena kami tidak hanya mendidik, tetapi juga berjuang mencerdaskan bangsa,” pungkas Lelyka.

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya