deadlinenews.co/, TENGGARONG – Perusda Tunggang Parangan (TP) akan mendapatkan hak penyertaan modal aset dari pelabuhan Amborawang Laut (Ambalat) Kecamatan Samboja Barat melalui Perda Penyertaan Aset Pelabuhan. Akan tetapi, pengelolaan aset yang sudah alami penyusutan nilai tersebut penuh dengan risiko bisnis.
Dirut Perusda TP Awang Muhammad Luthfi mengungkap sekilas pengelolaan bisnis pelabuhan Ambalat jika jadi dikelola Perusda yang dipimpinnya. ”Saya sudah melihat secara langsung bersama tim, ternyata pelabuhan tersebut sudah alami penyusutan aset yang luar biasa,” sebut Awang Luthfi, Senin 29 September 2029.
Menurutnya, pelabuhan tersebut mengalami penyusutan nilai sekitar Rp 8-10 miliar per tahunnya. Saat dibangun pelabuhan tersebut nilai asetnya sebesar Rp 440 miliar. Namun, kini tinggal sebesar Rp 300 miliar. Jika tidak ada mitra bisnis, maka akan sangat berat dalam pengelolaannya.
Diketahui, aset pelabuhan Amborawang Laut yang dimiliki Pemkab Kukar selama ini dikelola Dishub Kukar berupa aset jembatan laut. ”Sedangkan aset pelabuhan daratnya, itu milik Kementerian Perhubungan RI. Ini lebih tetap atau naik asetnya, karena harga tanah yang tidak alami penyusutan nilai aset,” tegas Luthfi.
Ia menyimpulkan, dengan tingkat risiko penyusutan aset yang besar, risiko perjalanan bisnis, hingga matematika bisnis yang minus keuntungan berpotensi merusak iklim bisnis Perusda. ”Opsinya, tindak lanjut pengelolaan aset atau pikir-pikir dulu. Tidak perlu terburu-buru dalam pengelolaannya,” ujarnya.
Selain akan mendapatkan hak penyertaan aset pelabuhan Ambalat, Perusda TP juga mendapatkan hibah saham dari Graha 165 Jakarta. ”Kita sudah konsultasi ke Otoritas Jasa Keuangan(OJK), kita akan kelola saham di Graha 165 karena bidang usaha yang dikelola Perusda TP sesuai,” pungkasnya.(Andri)
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya




