deadlinenews.co/, SAMARINDA – Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) VII se- Kaltim digelar Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Olahraga UINSI Samarinda resmi dibuka di Auditorium 22 Dzulhijjah UINSI Samarinda.
Kegiatan yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Kalimantan Timur ini mengusung tema Menjunjung tinggi sportivitas dan meningkatkan kualitas olahraga serta mempererat hubungan antar Perguruan Tinggi se-Kalimantan Timur.
Pembukaan oleh Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kaltim, Rasman Rading, bersama Wakil Rektor Bidang KAK UINSI Samarinda, Muhammad Tahir. Usai seremoni, kegiatan dilanjutkan dengan Seminar Kepemudaan dan Olahraga yang diisi langsung Rasman Rading.
Rasman Rading menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan POM VII ini. Ia menegaskan bahwa Dispora Kaltim mendukung penuh ruang kompetisi bagi mahasiswa yang dinilai penting untuk pembinaan atlet muda.
“POM ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga proses pembinaan. Mahasiswa adalah aset besar daerah sehingga kami di Dispora sangat mendorong kegiatan seperti ini untuk terus berkembang,” imbuhnya.
Ia juga menyoroti perkembangan olahraga di Kaltim yang menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, terutama pada cabang-cabang yang diminati generasi muda. Dia berharap agar POM dapat menjadi wadah lahirnya bibit atlet yang mampu berprestasi hingga tingkat nasional bahkan internasional.
Ketua Panitia POM VII, Muhammad Yazid Ar-Rahman, mengatakan ajang olahraga yang dijadwalkan berlangsung selama 13 hari dan menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antar kampus sekaligus menjaga sportivitas dalam bertanding.
“Salah satu tujuan POM menjalin tali silaturahmi dan menjaga sportivitas. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi kader UKM Olahraga UINSI Samarinda untuk mengasah soft skill, termasuk kemampuan berbicara di depan umum,” ungkapmya.
Ketua Umum UKM Olahraga UINSI Samarinda Prassetya Adi Yudha, menegaskan bahwa gelaran ini juga bertujuan mendorong mahasiswa Kaltim lebih peduli terhadap perkembangan olahraga nasional.
“Kegiatan ini merupakan dorongan agar mahasiswa Kaltim melek terhadap olahraga. Harapannya, melalui ajang seperti ini akan lahir atlet-atlet berprestasi dari Kalimantan Timur,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa mahasiswa harus mempersiapkan diri menyongsong masa emas Indonesia 2045, tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga bidang keolahragaan. Dengan dibukanya POM VII, diharapkan seluruh rangkaian kompetisi dapat berjalan lancar serta menjadi ruang pembinaan dan pengembangan prestasi mahasiswa di Kaltim. (msd)