deadlinenews.co/, PENAJAM – Cuaca ekstrem melanda wilayah Tanah Grogot pada Sabtu (8/11/2025) sore. Kejadian puting beliung Paser ini menyebabkan empat rumah warga rusak, dua di antaranya mengalami kerusakan berat.
Dilansir dari RRI Kaltim, peristiwa puting beliung Paser terjadi sekitar pukul 17.11 Wita sebagaimana laporan BPBD Kabupaten Paser yang diteruskan Petugas Pusdalops BPBD Kaltim, Muriono. Cuaca ekstrem berupa angin kencang dan hujan deras tersebut membuat sejumlah atap rumah warga terangkat dan terbang terbawa angin. Dampak puting beliung Paser juga menimbulkan kemacetan di jalan utama serta pemadaman listrik di sekitar lokasi.
Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Paser, Satpol PP/Linmas, dan PLN Paser langsung dikerahkan ke lokasi kejadian. Mereka melakukan pembersihan material bangunan, penanganan darurat, serta asesmen kerusakan. Respons cepat dilakukan mengingat puting beliung Paser menyebabkan puing-puing berserakan dan mengganggu aktivitas warga.
Begitu menerima laporan, petugas segera bergerak memastikan keselamatan warga dan mengecek kondisi rumah yang terdampak. Upaya lanjutan dilakukan guna mengurangi risiko dari dampak puting beliung Paser yang masih berpotensi berulang akibat dinamika cuaca.
Data sementara mencatat dua rumah rusak berat milik Muslihun (53) dan Saidi (38). Sementara itu, dua rumah lainnya milik H. Abdul Hair (66) dan Hadi Sumiali (41) mengalami kerusakan ringan. Tidak ada korban jiwa akibat puting beliung Paser ini. “Namun kerugian material masih dalam pendataan,” tulis rilis Pusdalops BPBD Paser.
BPBD Kabupaten Paser mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi bencana hidrometeorologi masih tinggi. Fenomena puting beliung Paser diperkirakan dapat kembali muncul beberapa hari ke depan, terutama di wilayah dengan curah hujan tinggi dan kondisi atmosfer labil.
Peringatan tersebut dikeluarkan agar warga bersiap menghadapi kemungkinan dampak lanjutan. Kewaspadaan dinilai penting mengingat puting beliung Paser kerap muncul secara tiba-tiba dan memiliki daya rusak yang signifikan. Langkah mitigasi juga terus dilakukan pemerintah daerah untuk meminimalkan risiko.
Dengan meningkatnya intensitas hujan dan angin, BPBD meminta masyarakat menjaga lingkungan sekitar agar tetap aman. Upaya persiapan dinilai menjadi kunci dalam menghadapi potensi puting beliung Paser yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
