DEADLINENEWS.CO, TENGGARONG – Run Street Ramadan 2026 kembali menjadi magnet aktivitas malam di Tenggarong, Kutai Kartanegara. Ajang Run Street Ramadan 2026 menghadirkan konsep lari malam Ramadan yang digelar selepas berbuka puasa, sehingga memberi alternatif kegiatan positif bagi generasi muda. Kehadiran Run Street Ramadan 2026 menambah semarak suasana Ramadan di Kutai Kartanegara.
Dikutip dari RRI, Run Street Ramadan 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 25 Februari hingga 19 Maret 2026 di kawasan depan Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara, Tenggarong. Lokasi ikonik ini kembali dipilih untuk memusatkan aktivitas lari malam Ramadan yang telah menjadi tradisi tahunan warga Kutai Kartanegara.
Berbeda dari lomba lari pada umumnya, Run Street Ramadan 2026 digelar usai waktu berbuka puasa. Konsep ini memungkinkan peserta tetap menjaga ibadah puasa sekaligus berolahraga dalam suasana santai namun tetap kompetitif. Lari malam Ramadan ini juga menjadi ruang silaturahmi komunitas pelari di Tenggarong.
Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kutai Kartanegara, Dery Wardhana, menjelaskan bahwa Run Street Ramadan 2026 berawal dari inisiatif komunitas lari. “Awalnya murni gerakan komunitas yang ingin tetap berolahraga di bulan Ramadan. Sejak 2025, pemerintah daerah mulai bersinergi melalui Dispora agar pelaksanaannya lebih tertata,” ujarnya pada Selasa, 24 Februari 2026.
Seiring dukungan pemerintah daerah, pelaksanaan Run Street Ramadan 2026 kini semakin tertata dari sisi teknis dan koordinasi. Komunitas pelari juga menggandeng pelaku usaha sebagai sponsor untuk menjaga keberlanjutan kegiatan lari malam Ramadan di Tenggarong.
Antusiasme terhadap Run Street Ramadan 2026 terus meningkat. Pada pelaksanaan sebelumnya, peserta datang dari berbagai kecamatan di Kutai Kartanegara, bahkan dari luar daerah seperti Samarinda dan Balikpapan. Pada puncak kegiatan akhir pekan, jumlah peserta bisa menembus lebih dari 200 orang di berbagai kategori lari malam Ramadan.
Meski dukungan anggaran tahun ini menyesuaikan kebijakan efisiensi, semangat komunitas tetap tinggi. Pemerintah daerah mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak yang menjaga Run Street Ramadan 2026 tetap berlanjut sebagai agenda tahunan di Tenggarong.
“Run Street Ramadan sudah menjadi identitas Ramadan di Kukar. Kami berharap kegiatan ini terus berkembang dan memberi dampak positif bagi generasi muda,” kata Dery. Harapan ini menegaskan posisi Run Street Ramadan 2026 sebagai ruang positif bagi anak muda Kutai Kartanegara untuk tetap aktif dan produktif selama bulan suci.



