Sarat Makna! Ritual Adat Laliq Ugal Dayak Bahau Digelar 24 Hari di Kutai Barat

deadlinenews.co/, SENDAWAR – Warga Kampung Anah, Kecamatan Long Iram, Kabupaten Kutai Barat, kembali melestarikan ritual adat Laliq Ugal sebagai tradisi tanam padi tahunan masyarakat Dayak Bahau. Ritual adat Laliq Ugal ini menjadi simbol kuat hubungan masyarakat dengan alam, leluhur, serta nilai-nilai budaya yang terus dijaga di Kutai Barat. Tradisi yang telah diwariskan turun-temurun ini dipusatkan di Kampung Anah dan diikuti penuh khidmat oleh seluruh warga.

Dilansir dari RRI Kaltim, pelaksanaan ritual adat Laliq Ugal tahun 2025 telah memasuki hari ke-20 yang dikenal dengan sebutan Kepuluu Uuk. Secara keseluruhan, ritual adat Laliq Ugal berlangsung selama 24 hari penuh dan menjadi agenda adat penting bagi masyarakat Dayak Bahau di Kutai Barat.

Rangkaian ritual adat Laliq Ugal turut dimeriahkan dengan penampilan Tari Hendaq atau Tari Hudoq khas Dayak Bahau. Tarian ini bukan sekadar pertunjukan budaya, melainkan wujud ungkapan rasa syukur sekaligus doa yang dipanjatkan kepada leluhur agar hasil panen melimpah dan kehidupan masyarakat senantiasa diberkahi.

Pelaksanaan ritual adat Laliq Ugal juga mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, hadir langsung bersama Ketua TP PKK Kubar, Ny. Maria Christina Mozes Frederick Edwin. Kehadiran mereka didampingi oleh jajaran pejabat daerah, tokoh adat, tokoh agama, serta tokoh masyarakat yang ikut menyaksikan sakralnya tradisi Dayak Bahau tersebut.

Bupati Frederick Edwin menegaskan bahwa ritual adat Laliq Ugal memiliki nilai filosofis yang sangat mendalam. Menurutnya, tradisi ini bukan hanya bagian dari tradisi tanam padi, tetapi juga sarana menjaga keseimbangan hubungan antara manusia, alam, dan leluhur di Kutai Barat.
“Adat Laliq Ugal merupakan ungkapan rasa syukur, penghormatan kepada leluhur, serta doa agar masyarakat selalu diberi kesehatan dan kesejahteraan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pelestarian ritual adat Laliq Ugal sebagai identitas budaya daerah. Budaya lokal, kata dia, merupakan fondasi utama dalam membangun karakter masyarakat serta memperkuat jati diri Kutai Barat di tengah arus modernisasi.

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp deadlinenews.co/

Gabung