deadlinenews.co/, TENGGARONG – SMPN 2 Tenggarong sudah merasakan manfaat program makan bergizi gratis (MBG) sejak awal tahun 2025. Sampai saat ini, tidak ada permasalahan yang dirasakan siswa penerima MBG. “Sebanyak 881 siswa kami menerima MBG,” ucap Kepala SMPN 2 Tenggarong, Yunus, Kamis 25 September 2025.
Yunus menyebut tidak ada permasalahan program MBG di sekolahnya karena prosedur standar dijalankan dengan pengawasan ketat dalam rantai pendistribusian MBG sampai ke siswa. “Selalu diawasi oleh Badan Gizi Nasional(BGN), Babinsa dan Dinkes Kukar sehingga makanan yang diterima siswa dalam kondisi aman,” sebutnya.
Yang sering terjadi, kata dia, tidak semua siswa bisa menerima menu yang disajikan dapur MBG. Ada menu tertentu yang tidak disukai, ada juga menu yang paling digemari siswa. Untuk menu ikan, disajikan dalam bentuk apa pun, pasti banyak yang tersisa. Berbeda dengan menu ayam pasti ludes.
“Apalagi saat menu burger dan mie spaghetti, pasti habis tidak tersisa. Karena dalam satu pekan, pasti ada menu tersebut,” ujarnya.
Menu sayuran juga banyak anak yang tidak terlalu suka. Sedangkan untuk buah, siswa tidak terlalu suka dengan semangka. “Lebih senang apel, jeruk, salak dan kelengkeng karena bisa dibawa pulang ke rumah,” tegasnya.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi(SPPG) Sukarame Tenggarong, Ninda Dwi Fitriani memastikan, dalam pengelolaan limbah sisa MBG dilakukan dengan baik tanpa menimbulkan bau terhadap lingkungan sekitar dapur.
“Sampah kita tampung dengan baik, selalu diawasi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan(DLHK) melalui pengawas lingkungan,” jelasnya.
Limbah MBG, sebut Ninda, per harinya bisa mencapai 90 Kg. Ada yang dibuang langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan ada yang ditampung. “Terkadang dibawa pulang karyawan yang memiliki hewan ternak,” ujarnya.
Mitra kerja MBG, Ely Hartati Rasyid mengakui dirinya bersama tim harus menyiapkan 3.448 porsi yang dibagikan ke 12 sekolah tingkat SD, SMP dan SMA. Dia melibatkan 50 karyawan di SPPG Sukarame dengan kerja 3 shift per harinya. “Yang bekerja adalah masyarakat lokal sehingga memberikan dampak yang baik secara perekonomian, dan mampu mensejahterakan masyarakat lokal,” pungkasnya.(Andri)
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya