deadlinenews.co/, TANA PASER – Venue paralayang Sultan Hill di Desa Lempesu, Kecamatan Pasir Blengkong, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur (Kaltim), mendapat pujian dari Ketua Pengurus Paralayang Indonesia. Lokasi ini dinilai memenuhi standar nasional untuk olahraga paralayang, sekaligus berpotensi menjadi destinasi wisata dirgantara yang menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.
Dilansir dari rri.co.id, Sultan Hill menjadi sorotan setelah sukses menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Junior Paralayang seri kedua beberapa waktu lalu. Ketua Pengurus Paralayang Indonesia, Asgaf Ahmad Umar, menyebut venue ini layak digunakan untuk event berskala nasional karena memenuhi standar dari segi lokasi lepas landas, pendaratan, hingga kondisi angin.
“Secara syarat, ini sangat memenuhi syarat untuk terbang. Orang tidak hanya bisa terbang dan landing, tapi bisa juga membumbung di sekitar take off. Dengan kondisi angin dan kontur seperti ini, maka tempat ini menurut saya sebagai Ketua Komite sangat layak untuk sebuah event atau pengembangan wisata aero sport dan wisata dirgantara,” ujar Asgaf.
Asgaf menambahkan, jika dikelola dengan baik, Sultan Hill bisa menjadi pusat wisata sekaligus tempat latihan dan lomba paralayang berskala besar. Ia mengingatkan, pengembangan fasilitas harus melibatkan pengurus cabang olahraga (cabor) agar sesuai dengan standar yang berlaku.
“Sehingga saya berharap tempat ini betul-betul dikembangkan dengan benar. Hal-hal teknis terkait pengembangan take off ini harus melibatkan atau berkomunikasi dengan kami, dalam hal ini Pengcab, Pengprov maupun FASI Pusat,” tegasnya.
Terkait area pendaratan, Asgaf menyebut sudah sesuai standar nasional. Namun, untuk bisa menggelar event internasional, luasannya harus diperbesar hingga dua kali lipat dan ditanami rumput agar parasut atlet tetap terjaga kualitasnya.
“Kemudian untuk pendaratannya ini, kalau mau event skala internasional, minimal luasnya dua kali ini. Juga lebih baik rumput, agar bisa menyelamatkan parasut. Kalau tanah saja, parasutnya bisa rusak,” jelasnya.
Meski potensial, Asgaf juga menyoroti sejumlah kekurangan seperti belum tersedianya saluran air permanen, sarana prasarana pendukung, serta keamanan pengunjung. Ia yakin, dengan pengembangan yang tepat, Sultan Hill akan menjadi destinasi unggulan, bahkan menarik wisatawan mancanegara.
“Yang kurang, untuk di atas ini sementara belum ada air permanen dan masih diangkut. Kemudian belum ada infrastruktur lainnya. Ke depan, saya yakin dengan semangat teman-teman di sini, tempat ini akan lebih bagus dan bisa mendukung aktivitas wisata dirgantara di Kaltim,” ujarnya.
Asgaf menilai, tambahan fasilitas seperti penginapan, kafe, hingga resort akan membuat Sultan Hill semakin menarik. Ia mencontohkan Palu, Sulawesi Tengah, sebagai destinasi paralayang yang sudah bertaraf internasional dan sekaligus menawarkan daya tarik wisata.
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

