Tabang Masih Rasakan Ketimpangan Pembangunan, Dari Susah Sinyal hingga Kekurangan Dokter

deadlinenews.co/, TENGGARONG – Kecamatan Tabang hingga kini belum bisa berlari cepat mengejar pembangunan setara kecamatan lainnya di Kutai Kartanegara. Sejumlah persoalan klasik masih menghadang kecamatan yang berada di hulu Mahakam ini.

Camat Tabang Rakhmadani Hidayat bercerita soal tantangan di wilayahnya. Seperti persoalan infrastruktur jalan antarkecamatan dan desa yang berjauhan. “Untuk menuju ke Tabang saja, dari Tenggarong, membutuhkan perjalanan selama 7-8 jam, bahkan bisa lebih,” kata Rakhmadani.

Selain masalah infrastruktur dasar, sinyal internet yang jadi kebutuhan pokok di era digital masih sebatas angan-angan. “Apalagi saat hujan, internet pasti lemot,” ucapnya.

Ada enam desa yang masih susah sinyal internet yaitu Umaq Tukung, Umaq Dian, Muara Pedohon, Long Lalang, Buluq Sen dan Sidomulyo. Padahal, jaringan internet sangat dibutuhkan masyarakat desa guna memasarkan produk UMKM Tabang.

“Kami untuk produk kerajinan seperti manik-manik dan anyaman rotan sangat potensial. Namun, bagaimana mau memasarkan secara online kalau jaringan internet lelet,” ucapnya.

Sebagai camat, Rakhmadani sudah melaporkan masalah ini ke Pemkab. Akan tetapi pembenahan dilakukan untuk Tabang wilayah hulu terlebih dahulu, baru ke wilayah Tabang Tengah.

“Daerah Sungai Lunuk yang menghubungkan lima desa hulu, seperti Muara Tiq, Muara Kebaq, Muara Beliau, Muara Sulung dan muara Teboq, sinyal lebih kuat karena ada tower besar di sana,” terangnya.

Belum lagi persoalan listrik. Sebanyak 13 desa belum menikmati listrik secara penuh. Penyebabnya karena sumber listrik dari mesin PLTD yang usianya sudah tua. “Kami sudah sampaikan ke PLN Rayon Tabang untuk segera pembenahan agar listrik bisa on terus,” katanya.

Ironi lainnya adalah urusan layanan kesehatan. Di Kecamatan Tabang hanya memiliki satu dokter yang bekerja di Puskesmas Tabang. “Infonya, dokter tersebut tahun ini juga masuki masa pensiun, maka kami tidak punya dokter yang bertugas lagi,” keluhnya.

Plt Kadis Kominfo Kukar Solihin mengakui masih mencari solusi bagi desa-desa yang mengalami blank spot internet sejak tahun 2023. Termasuk beberapa desa di Tabang. “Tower induk jaraknya jauh dari desa yang ada di Tabang, belum lagi listrik masih ada yang nyala kurang dari 24 jam. Ini yang masih jadi kendala untuk pemerataan internet,” jelasnya.(Andri)

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

Exit mobile version