deadlinenews.co/, SAMARINDA – Struktur tenaga kerja Kaltim menjadi sorotan dalam laporan terbaru kondisi ketenagakerjaan di Kalimantan Timur. Data menunjukkan bahwa struktur tenaga kerja Kaltim hingga akhir 2025 masih didominasi oleh lulusan pendidikan menengah, khususnya SMA dan SMK.
Dilansir dari RRI Kaltim, hasil Sakernas November 2025 mencatat bahwa struktur tenaga kerja Kaltim didominasi penduduk bekerja berpendidikan menengah sebesar 45,76 persen. Rinciannya, lulusan SMA mencapai 30,57 persen, sedangkan lulusan SMK sebesar 15,20 persen. Angka ini menegaskan bahwa tenaga kerja Kaltim masih sangat bergantung pada lulusan SMA SMK dalam mengisi berbagai sektor pekerjaan.
Kepala BPS Kaltim, Mas’ud Rifai, menjelaskan bahwa komposisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi peningkatan daya saing tenaga kerja Kaltim. “Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting untuk mendorong daya saing tenaga kerja di Kalimantan Timur,” ujarnya, Selasa 10 Februari 2026.
Selain lulusan SMA SMK, struktur tenaga kerja Kaltim juga mencatat 21,43 persen penduduk bekerja merupakan lulusan SD ke bawah dan 13,83 persen lulusan SMP. Sementara itu, tenaga kerja berpendidikan tinggi masih relatif kecil, yakni 15,65 persen lulusan universitas dan 3,32 persen lulusan Diploma I/II/III. Data Sakernas November 2025 ini menunjukkan perlunya peningkatan akses pendidikan tinggi dan pelatihan vokasi bagi tenaga kerja Kaltim.
Dari sisi lapangan usaha, tenaga kerja Kaltim paling banyak terserap di sektor perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi dan perawatan mobil serta sepeda motor yang mencapai 18,38 persen. Disusul sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 15,45 persen, serta penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 10,20 persen. Komposisi ini turut membentuk struktur tenaga kerja Kaltim yang berbasis sektor jasa dan primer.
BPS Kaltim juga mencatat adanya perbaikan kualitas pekerjaan. Pada November 2025, pekerja dengan status formal mencapai 57,94 persen atau sekitar 1.142.203 orang. Angka tersebut meningkat 1,16 persen poin dibandingkan Agustus 2025. Di sisi lain, persentase setengah pengangguran dan pekerja paruh waktu mengalami penurunan, yang mengindikasikan kondisi tenaga kerja Kaltim semakin stabil.
Meski demikian, dominasi lulusan SMA SMK dalam struktur tenaga kerja Kaltim tetap menjadi perhatian. Pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan diharapkan memperkuat pendidikan vokasi, pelatihan keterampilan, dan peningkatan kompetensi agar tenaga kerja Kaltim mampu beradaptasi dengan perubahan struktur ekonomi.








