deadlinenews.co/, SANGATTA – Desa Pulau Miang di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, kini menghadirkan daya tarik wisata bahari baru dengan kehadiran hiu paus Pulau Miang yang ramah terhadap manusia. Interaksi langsung dengan spesies laut raksasa ini menawarkan pengalaman unik bagi wisatawan, sekaligus membuka peluang besar bagi pengembangan wisata bahari, konservasi laut, dan ekowisata berkelanjutan di wilayah Kutai Timur.
Dilansir dari Antara Kaltim, habitat hiu paus (Rhincodon Typus) di perairan Pulau Miang menjadi magnet baru yang siap menarik kunjungan wisatawan. Kehadiran satwa laut tersebut dinilai bisa menjadi modal penting untuk menjadikan Pulau Miang sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Kalimantan Timur.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nusabale Pulau Miang, Viqri Haikal, mengatakan potensi itu membuka peluang besar bagi pariwisata berbasis konservasi.
“Adanya habitat hewan mamalia laut itu jadi magnet baru penarik wisatawan untuk ke Pulau Miang,” ujarnya saat dihubungi di Samarinda, Senin (11/8).
Viqri menjelaskan, pihaknya bersama anggota Pokdarwis sedang melakukan riset dan pemetaan untuk memahami pola kemunculan hiu paus. Observasi ini meliputi identifikasi lokasi spesifik dan waktu terbaik agar wisatawan bisa menyaksikan atau bahkan berenang bersama hiu paus dengan aman.
Hasil pemantauan awal menunjukkan sedikitnya terdapat empat ekor hiu paus yang kerap muncul di perairan Pulau Miang. Namun, faktor cuaca dan pasang surut laut menjadi penentu utama munculnya mamalia laut ini. Karena itu, kajian lebih mendalam masih dibutuhkan guna menyusun jadwal kunjungan wisata yang lebih pasti.
Belajar dari destinasi serupa di Gorontalo, Pokdarwis Nusabale Pulau Miang berkomitmen merancang pengelolaan wisata hiu paus secara profesional dan berkelanjutan.
“Kami akan berkonsultasi kepada instansi terkait dahulu biar destinasi ini dapat menjadi penarik wisatawan secara terus-menerus dan berkelanjutan,” kata Viqri.
Ia menambahkan, konsultasi tersebut penting untuk memperoleh masukan mengenai standar operasional prosedur (SOP), pedoman interaksi agar tidak mengganggu satwa, hingga strategi promosi wisata bahari hiu paus Pulau Miang agar lebih dikenal luas.
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya
