deadlinenews.co/, SAMARINDA – Insiden pelayaran yang melibatkan tongkang bermuatan batu bara kembali terjadi di kawasan Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu), Samarinda. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, tercatat dua kejadian tongkang yang menyenggol hingga menabrak pilar Jembatan Mahakam Ulu, menimbulkan risiko terhadap infrastruktur vital dan permukiman warga di bantaran Sungai Mahakam.
Dilansir dari Antara Kaltim, aparat kepolisian menerima laporan terkait dua tongkang yang menabrak kaki Jembatan Mahakam Ulu dan langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan. Patroli Pengamanan dan Pelayanan Masyarakat Terpadu (Pamapta) I Polresta Samarinda memastikan respons cepat dilakukan demi mencegah dampak yang lebih luas.
“Kami menerima laporan adanya dua tongkang yang menyenggol kaki Jembatan Mahakam Ulu dan langsung merespons menuju lokasi untuk pengamanan,” kata Patroli Pamapta I Polresta Samarinda, Ipda Rifqhi Sactio.
Peristiwa terbaru terjadi pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.17 Wita. Dua unit tongkang batu bara dilaporkan kehilangan kendali saat melintas di bawah Jembatan Mahakam Ulu. Benturan tidak hanya mengenai pilar jembatan, tetapi juga berdampak langsung pada permukiman warga di bantaran sungai.
Akibat insiden di sekitar Jembatan Mahakam Ulu tersebut, sebuah rumah warga di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, mengalami kerusakan setelah dihantam bagian buritan tongkang. Warga setempat mengaku panik karena benturan terjadi secara tiba-tiba pada malam hari.
Ketua RT 17 Jalan Cipto Mangunkusumo, Setia Budi, mengungkapkan bahwa sebelum tabrakan di kawasan Jembatan Mahakam Ulu terjadi, warga sempat mendengar suara mesin kapal yang tidak normal. Bahkan, terdengar teriakan kepanikan dari arah sungai yang menandakan awak kapal mengalami situasi darurat.
Tongkang tersebut terlihat berputar-putar tanpa kendali di sekitar Jembatan Mahakam Ulu, seolah mencari tempat untuk bersandar. Namun, kondisi arus dan kendali kapal yang buruk membuat buritan tongkang justru menghantam bagian belakang rumah milik warga bernama Ribut Waluyo.
Aparat gabungan dari Polresta Samarinda dan Polairud langsung mengamankan lokasi kejadian di sekitar Jembatan Mahakam Ulu. Seluruh anak buah kapal (ABK) dari Tugboat Bloro 7 dan Tugboat Raja Laksana 166 turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan intensif terkait penyebab insiden.
Kejadian ini menambah daftar kecelakaan air di kawasan Jembatan Mahakam Ulu, mengingat insiden serupa juga terjadi pada Selasa, 23 Desember 2025. Dalam kejadian sebelumnya, tongkang batu bara juga menabrak pilar jembatan, memicu evaluasi serius terhadap keselamatan alur pelayaran di Sungai Mahakam.
Menanggapi rentetan insiden di Jembatan Mahakam Ulu, berbagai upaya mitigasi terus dilakukan oleh pihak berwenang dan operator pelabuhan. Langkah penanganan cepat menjadi prioritas guna meminimalkan risiko kerusakan infrastruktur dan dampak lanjutan bagi masyarakat.
Pada insiden sebelumnya, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Samarinda bersama Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM) langsung melakukan proses evakuasi tongkang yang menabrak Jembatan Mahakam Ulu. Koordinasi lintas instansi dilakukan untuk memastikan keamanan struktur jembatan dan kelancaran arus pelayaran.












