Abdul Waris Soroti Pemangkasan Anggaran Stadion Mini Kampung Giring-Giring

Kampung Giring-Giring, Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau. (Foto: Ist)

DEADLINENEWS.CO, TANJUNG REDEB – Pemangkasan anggaran pembangunan stadion mini di Kampung Giring-Giring, Kecamatan Biduk-Biduk, menjadi perhatian DPRD Berau. Proyek yang awalnya direncanakan untuk menghadirkan lapangan sepak bola dengan standar baik bagi masyarakat tersebut kini terancam tidak dapat berjalan maksimal.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, Abdul Waris, menyampaikan bahwa rencana awal pembangunan lapangan tersebut disiapkan dengan anggaran sekitar Rp6 miliar. Anggaran itu diproyeksikan untuk membangun lapangan yang layak digunakan untuk berbagai pertandingan, meskipun tanpa pembangunan tribun besar seperti stadion utama.

Namun dalam perjalanannya, anggaran pembangunan tersebut mengalami pemotongan cukup signifikan. Dari rencana awal Rp6 miliar, kini anggaran yang tersedia hanya tersisa sekitar Rp2 miliar.

“Awalnya pembangunan lapangan tersebut dianggarkan sekitar Rp6 miliar. Namun, setelah dilakukan peninjauan lokasi, diketahui kontur lahannya cukup berbukit sehingga biaya pematangan lahan menjadi lebih tinggi,” ujarnya.

Untuk itu, pengurangan anggaran justru berpotensi memperlambat proses pembangunan lapangan tersebut. Meski demikian, Abdul Waris menegaskan bahwa konsep pembangunan lapangan tetap diarahkan agar memiliki standar yang baik. Standar yang dimaksud lebih menitikberatkan pada kualitas lapangan.

“Konsepnya adalah menghadirkan lapangan di kampung dengan standar internasional dari sisi kualitas lapangan, bukan membangun stadion besar dengan tribun megah,” jelasnya.

Dirinya menuturkan, pembangunan stadion mini tersebut juga berkaitan dengan rencana pengembangan sport tourism di Kabupaten Berau. Dengan fasilitas olahraga yang memadai, kampung-kampung di daerah pesisir seperti Giring-Giring diharapkan dapat menjadi lokasi penyelenggaraan berbagai turnamen olahraga serta memperkuat pariwisata Berau.

Melihat pentingnya keberadaan fasilitas tersebut, DPRD berharap anggaran pembangunan yang sebelumnya dipangkas dapat dikembalikan agar proyek bisa dilanjutkan sesuai rencana. “Dengan sisa anggaran sekitar Rp2 miliar, diharapkan ada pengembalian anggaran seperti rencana awal agar pembangunan lapangan bisa segera terealisasi,” pungkasnya. (Adv42)