Akses Jalan di Segah Dinilai Krusial, Dukung Kebutuhan Masyarakat Berau

Akses Jalan di Segah Dinilai Krusial, Dukung Kebutuhan Masyarakat Berau
Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P. Mangunsong. (Foto: Ist)

DEADLINENEWS.CO, TANJUNG REDEB – Di tengah keterbatasan anggaran daerah, akses jalan yang layak di Kecamatan Segah dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk mendukung fungsi vital wilayah tersebut.

Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P. Mangunsong, menegaskan bahwa perhatian terhadap Segah tidak boleh diabaikan mengingat kontribusinya sebagai daerah aliran sungai (DAS) utama yang menyuplai air baku bagi Perumda Air Minum Batiwakkal.

Menurutnya, infrastruktur jalan yang memadai bukan hanya soal konektivitas, tetapi juga berkaitan langsung dengan kelancaran aktivitas masyarakat serta keberlanjutan layanan kebutuhan dasar.

“Segah punya peran penting bagi Berau, terutama dalam penyediaan air. Maka akses jalannya juga harus mendukung,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini kondisi jalan di Segah sudah tidak lagi terkendala secara administratif karena telah berstatus Areal Penggunaan Lain (APL). Hal ini membuka peluang besar bagi pemerintah daerah untuk segera melakukan pembenahan tanpa hambatan regulasi.

Dalam situasi keuangan daerah yang terbatas, Rudi mengatakan pendekatan pembangunan harus lebih realistis dan tepat sasaran. Infrastruktur yang sederhana namun fungsional dinilai jauh lebih dibutuhkan dibanding proyek besar yang memakan biaya tinggi.

“Yang penting jalan itu bisa digunakan dengan aman dan lancar. Itu sudah cukup membantu masyarakat,” jelasnya.

Dirinya menekankan bahwa pembangunan di wilayah seperti Segah seharusnya menjadi prioritas, bukan hanya karena kebutuhan masyarakat setempat, tetapi juga karena dampaknya terhadap wilayah lain di Berau.

“Dengan akses yang memadai, aktivitas ekonomi, distribusi, hingga pengelolaan sumber daya air dapat berjalan lebih optimal,” bebernya.

Rudi pun berharap perbaikan jalan di Segah dapat segera masuk dalam rencana anggaran ke depan, sebagai bentuk komitmen terhadap pemerataan pembangunan dan penguatan wilayah penyangga kebutuhan dasar.

“Kalau wilayah yang menopang kebutuhan dasar saja tidak diperhatikan, maka dampaknya bisa dirasakan lebih luas. Ini yang harus jadi perhatian bersama,” pungkasnya. (Adv60)

Exit mobile version