Akun Banyak Terblokir, Ratusan Pengemudi Maxim Tuntut Pembukaan Kantor Operator

Akun Banyak Terblokir, Ratusan Pengemudi Maxim Tuntut Pembukaan Kantor Operator

deadlinenews.co/, SAMARINDA – Ratusan pengemudi aplikasi transportasi daring Maxim, baik roda dua maupun roda empat, menggelar aksi unjuk rasa di depan Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim dan Kantor Gubernur Kalimantan Timur.

Aksi tersebut merupakan respons atas penutupan kantor operasional Maxim di Samarinda. Tindakan yang dinilai
menghambat aktivitas para mitra pengemudi.

Para peserta aksi menyuarakan tuntutan kepada Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji untuk memfasilitasi pembukaan kembali kantor tersebut. Mereka mengklaim, sejak kantor ditutup, ratusan akun pengemudi mengalami masalah teknis hingga pemblokiran, yang berdampak pada pendapatan mereka.

“Semenjak kantor ditutup, banyak pengemudi kesulitan mengurus akun yang bermasalah. Kami tidak bisa melakukan verifikasi atau pengajuan lainnya,” ungkap Fahrojil Albar, salah satu perwakilan driver mobil Maxim.

Ia menilai penutupan dilakukan secara sepihak dan merugikan mitra pengemudi yang menggantungkan hidup dari layanan transportasi daring tersebut.

Hal senada disampaikan Ali, perwakilan dari driver motor Maxim. Ia menyebut lebih dari 500 akun driver telah terblokir dalam beberapa hari terakhir, sementara proses pemulihan tidak dapat dilakukan tanpa kantor operasional yang aktif.

“Setiap hari, ratusan driver datang ke kantor untuk verifikasi wajah atau atribut. Sekarang tidak bisa lagi karena kantor tutup,” jelas Ali.

Menurut para pengemudi, penutupan kantor tidak hanya menyulitkan proses administratif, tetapi juga berdampak pada performa aplikasi secara keseluruhan. Mereka menyebut, selama dua pekan terakhir, terjadi penurunan order yang signifikan akibat akun tidak dapat diatur ulang sebagai akun prioritas.

Dalam aksinya, para pengemudi mendesak agar kantor Maxim dibuka kembali tanpa intervensi dari pihak luar atau aplikator lain.

Mereka menegaskan bahwa aksi ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas dan perjuangan untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.

“Kami hanya ingin kantor dibuka kembali tanpa syarat, agar bisa kembali bekerja dengan lancar,” tutup Fahrojil. (MSD)

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya