DEADLINENEWS.CO, TANJUNG REDEB – Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris, menyampaikan kemunculan buaya di sekitar permukiman warga menjadi alarm serius. Hal ini disampaikannya saat menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Tabalar.
Ia menceritakan, pertemuan warga di Karang Ambon mendadak heboh setelah seekor buaya dilaporkan menggigit seorang warga yang tengah mencuci motor di gang tak jauh dari lokasi kegiatan.
Insiden itu terjadi saat Gideon Andris, tengah menghadiri pertemuan bersama masyarakat sekitar pukul 19.00 Wita. Suasana yang awalnya berjalan normal tiba-tiba ricuh setelah kabar kemunculan buaya menyebar dan bahkan sempat terekam warga.
“Kami sedang pertemuan, tiba-tiba suasana heboh. Ternyata ada warga yang digigit buaya di gang sebelah,” ungkapnya.
Ia menilai perlu ada langkah konkret untuk mengantisipasi konflik yang berulang dengan pihak terkait. “Kalau populasi manusia saja diatur, masa populasi hewan yang jelas mengancam keselamatan warga tidak ada upaya penanganan? Ini harus jadi perhatian bersama,” tegasnya.
Gideon juga menyoroti dampak kemunculan buaya terhadap rasa aman masyarakat serta citra pariwisata daerah. Ia mendorong agar pemerintah daerah bersama pihak terkait membuka ruang dialog dengan kampung-kampung terdampak untuk mencari solusi yang sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah.
Salah satu gagasan yang mengemuka adalah penangkaran buaya di salah satu kampung di Kecamatan Tabalar sebagai alternatif penanganan. Namun, ia menekankan bahwa setiap usulan harus dikaji secara matang agar tetap sejalan dengan prinsip konservasi.
“Kita jangan hanya menunggu kebijakan dari pusat. Kampung-kampung juga perlu aktif memberikan masukan. Dari kita yang menyampaikan ide, supaya solusi yang diambil benar-benar sesuai kebutuhan daerah,” pungkasnya. (Adv13)
