deadlinenews.co/, SAMARINDA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur (Kaltim) mendorong kolaborasi antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan pihak swasta untuk menciptakan inovasi di bidang agribisnis, termasuk pengembangan robot ramah lingkungan yang mendukung pekerjaan hijau.
Dilansir dari Antara Kaltim, Kabid SMK Disdikbud Kaltim Surasa mengatakan, dunia pendidikan vokasi di Kaltim memiliki potensi besar untuk melahirkan inovasi jika mampu bersinergi dengan industri.
“Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan dunia industri dapat berkolaborasi untuk melahirkan inovasi,” ujar Surasa di Samarinda, Selasa (28/10).
Surasa menjelaskan, sejumlah SMK di Kaltim memiliki spesialisasi yang bisa dikombinasikan untuk menciptakan teknologi pertanian modern. Misalnya, SMKN 10 Samarinda dengan keahlian mesin otomotif, SMKN 2 Samarinda fokus pada bidang elektrik, dan SMKN 7 Samarinda yang unggul di bidang komputer.
“Tiga keahlian itu bisa bersinergi membuat mesin berupa robot pemangkas pada lahan pertanian,” katanya.
Ia menilai inovasi sederhana seperti itu dapat menjadi pemicu lahirnya karya-karya baru yang lebih berdampak.
Lebih lanjut, Surasa menyebut ruang untuk mengembangkan pekerjaan hijau di Kaltim sangat terbuka, baik di sektor formal maupun informal. Upaya ini diawali melalui program sertifikasi kompetensi di SMK.
“Harapannya, sertifikasi tidak hanya menguji kompetensi, tetapi juga menemukan kesesuaian antara kebutuhan industri dengan kemampuan SMK,” ucapnya.
Konsep ini juga dikaitkan dengan pengembangan mikro kredensial, yaitu sistem pelatihan berbasis keahlian spesifik. Siswa bisa fokus pada keterampilan tertentu—misalnya pengembangan baterai untuk industri motor listrik—sehingga mampu memenuhi kebutuhan dunia kerja modern.
“Kemampuan individu terbatas, jadi spesialisasi menjadi kunci,” ujar Surasa.
Menurutnya, mikro kredensial memungkinkan siswa memiliki portofolio digital yang menunjukkan keahlian mereka, membuka peluang kerja di bidang-bidang baru, termasuk sektor hijau dan teknologi agribisnis.
Ia menambahkan, inovasi seperti robot agribisnis dapat menjadi bagian dari implementasi mikro kredensial di SMK. Dengan fokus pada keahlian spesifik, siswa dapat menciptakan solusi inovatif yang menjawab tantangan pertanian modern di Kaltim.




