DEADLINENEWS.CO, TANJUNG REDEB – Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, mengingatkan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada pembangunan, tetapi juga pada konsistensi dalam merawat fasilitas yang sudah ada.
Menurutnya, selama ini pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan telah menggelontorkan anggaran besar untuk pembangunan sarana pendidikan. Namun, tanpa sistem pemeliharaan yang jelas, bangunan tersebut berisiko cepat mengalami kerusakan.
“Sering kali kita fokus pada membangun, tapi lupa menjaga. Padahal yang menentukan umur fasilitas itu adalah perawatannya,” ungkapnya.
Ia menyoroti pentingnya langkah-langkah sederhana namun berdampak besar, seperti pemeriksaan rutin atap, plafon, instalasi listrik, hingga menjaga kebersihan ruang kelas. Jika kerusakan kecil diabaikan, dampaknya bisa merembet menjadi kerusakan besar yang memakan biaya lebih tinggi.
Elita menilai bahwa perawatan fasilitas harus menjadi bagian dari budaya, bukan sekadar kewajiban administratif. Sekolah, guru, hingga siswa diharapkan memiliki rasa tanggung jawab bersama terhadap fasilitas yang digunakan setiap hari.
Selain itu, koordinasi yang cepat antara sekolah dan Dinas Pendidikan juga menjadi kunci. Dengan sistem pelaporan yang responsif, kerusakan dapat segera ditangani sebelum semakin parah.
“Fasilitas ini bukan hanya milik pemerintah, tapi milik kita bersama. Kalau dijaga, manfaatnya juga kembali ke anak-anak kita,” tegasnya.
Politikus Partai Golkar ini berharap pembangunan yang telah berjalan baik dapat benar-benar memberikan dampak jangka panjang. “Ruang kelas yang terawat bukan hanya soal bangunan, tetapi tentang menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas,” pungkasnya. (Adv59)
