FKUB Kaltim Ajak Masyarakat Jaga Persatuan Selama Ramadan

deadlinenews.co/, SAMARINDA – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalimantan Timur mengajak seluruh masyarakat menjaga suasana damai, toleran, dan penuh kebersamaan selama Ramadan 1447 Hijriah. Momentum meningkatnya aktivitas keagamaan dan sosial dinilai perlu diiringi dengan penguatan relasi lintas umat agar tetap kondusif di Benua Etam.

Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama Kalimantan Timur, Abdul Hadi, mengatakan Ramadan selalu menghadirkan ruang perjumpaan sosial yang kuat di tengah masyarakat. Tradisi saling menghormati dan berkunjung antarumat beragama disebut telah menjadi budaya yang terus dirawat di Kalimantan Timur.

Dilansir dari RRI, Kamis (19/2/2026), Abdul Hadi menuturkan hubungan sosial antarumat tidak hanya terjadi saat Ramadan, tetapi juga pada momen keagamaan lainnya. Kebersamaan itu kerap terlihat melalui kegiatan silaturahmi, kunjungan, serta kolaborasi lintas komunitas yang difasilitasi berbagai pihak.

“Kita saling mengunjungi dalam konteks relasi sosial, rekan-rekan dari Muslim juga hadir. Demikian juga saat Hari Raya Idul Fitri dilaksanakan kebersamaan yang baik, dan ini selalu kita jaga,” ujarnya.

Ia menekankan, upaya menjaga kerukunan tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat. Setiap aktivitas keagamaan diharapkan tetap mengedepankan sikap saling menghargai agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

“Dalam kerangka menciptakan relasi sosial yang baik, kita wanti-wanti jangan sampai terjadi gesekan yang tidak kita inginkan,” ucapnya.

FKUB Kaltim juga terus memperkuat koordinasi lintas lembaga, termasuk dengan tokoh agama dan instansi pemerintah, agar setiap dinamika yang muncul dapat diantisipasi sejak dini. Komunikasi yang terbuka dan kolaboratif dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas sosial selama Ramadan.

Menurut Abdul Hadi, kunci utama menjaga harmoni adalah membangun kesadaran bersama bahwa perbedaan merupakan kekuatan, bukan sumber perpecahan. Karena itu, masyarakat diharapkan tetap mengedepankan dialog, musyawarah, serta sikap saling memahami dalam kehidupan sehari-hari.

“Intinya kolaborasi, koordinasi, komunikasi, saling mengerti satu sama lain. Insyaallah tidak ada hal-hal yang tidak kita inginkan,” katanya.

FKUB Kaltim optimistis, dengan tradisi toleransi yang sudah mengakar, Ramadan dapat menjadi momentum mempererat persatuan dan memperkuat solidaritas antarumat beragama di Kalimantan Timur. Suasana damai yang terjaga diharapkan memberi kenyamanan bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah sekaligus memperkuat harmoni sosial di daerah.

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp deadlinenews.co/

Gabung