Gerakan Pangan Murah Dinilai Jadi Instrumen Tekan Harga Jelang Lebaran

Gerakan Pangan Murah Dinilai Jadi Instrumen Tekan Harga Jelang Lebaran
Gerakan pangan murah. (Foto: Ist)

DEADLINENEWS.CO, TANJUNG REDEB – Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, Operasi Pasar LPG 3 kilogram, serta penyaluran bantuan pangan di Kabupaten Berau dinilai tidak hanya sekadar program bantuan sosial, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mengendalikan harga kebutuhan pokok di pasaran.

Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menyebut intervensi pemerintah daerah melalui kegiatan tersebut mampu memberikan efek ganda, yakni menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan potensi lonjakan harga menjelang Idulfitri.

Menurutnya, momentum menjelang hari besar keagamaan kerap diikuti kenaikan harga bahan pokok. Karena itu, kehadiran pasar murah menjadi salah satu solusi efektif untuk menjaga stabilitas harga.

“Ini bukan hanya membantu masyarakat mendapatkan harga murah, tapi juga menjadi cara untuk menahan kenaikan harga di pasar,” ujarnya.

Ia mengatakan, distribusi bahan pokok dengan harga terjangkau dapat menjadi penyeimbang pasar, sehingga pedagang juga tidak menaikkan harga secara signifikan.

Di sisi lain, pelaksanaan operasi pasar LPG 3 kilogram juga dinilai sebagai bagian dari upaya menjaga kestabilan kebutuhan energi rumah tangga. Meski jumlah yang disalurkan masih terbatas, langkah tersebut dianggap penting untuk meredam kelangkaan yang sempat dikeluhkan masyarakat.

“Intervensi seperti ini penting agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, terutama di momen-momen krusial,” jelasnya.

Dedy menegaskan, program semacam ini perlu dilakukan secara berkelanjutan dan terencana agar dampaknya tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu menjadi solusi jangka panjang dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Ia juga berharap pemerintah daerah terus memperluas jangkauan program, sehingga lebih banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya.

“Kalau konsisten dilakukan, ini bisa menjadi salah satu cara menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi di daerah,” pungkasnya. (Adv58)