Gubernur Terbitkan Imbauan Penggalangan Bantuan Kaltim untuk Korban Banjir Sumatera, Dorong Solidaritas Besar

deadlinenews.co/, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menggerakkan langkah besar melalui penggalangan bantuan Kaltim demi membantu ribuan warga di Sumatera yang terdampak banjir bandang dan longsor.

Dilansir dari Antara Kaltim, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menerbitkan surat edaran resmi bernomor 400.9.1/4745/B.KESRA-I/2025 sebagai dasar hukum penggalangan bantuan Kaltim. Edaran tersebut ditujukan kepada seluruh elemen masyarakat, instansi pemerintah, hingga sektor swasta agar turut serta dalam aksi kemanusiaan yang terkoordinasi.

Rudy menegaskan bahwa penggalangan bantuan Kaltim bukan sekadar respons administratif, tetapi wujud solidaritas bagi warga Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang mengalami kerugian besar akibat bencana hidrometeorologi. Ia menyampaikan bahwa kepedulian bersama diperlukan untuk meringankan beban para korban.
“Partisipasi dan solidaritas seluruh pihak sangat diharapkan untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena musibah,” ujarnya.

Dalam surat edaran tersebut, Rudy menetapkan mekanisme terpusat untuk penggalangan bantuan Kaltim melalui Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kaltim. Seluruh donasi uang dihimpun melalui rekening resmi Bank Kaltimtara atas nama Kaltim Peduli Bencana dengan nomor rekening 0011420044. Sistem ini dibuat agar proses penggalangan bantuan Kaltim berjalan akuntabel, tertib, dan mudah dipantau publik.

Periode penggalangan bantuan Kaltim dijadwalkan berlangsung sejak 9 hingga 30 Desember 2025. Namun demikian, jadwal tersebut dapat menyesuaikan dengan status tanggap darurat di wilayah bencana apabila diperlukan perpanjangan. Rudy memastikan bahwa laporan penerimaan serta penyaluran dana dari penggalangan bantuan Kaltim akan dipublikasikan secara transparan melalui kanal resmi Pemerintah Provinsi Kaltim.

Sebelumnya, sebagai aksi cepat tanggap, Pemprov Kaltim telah mengirim bantuan awal senilai Rp7,5 miliar. Tiga daerah paling terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, masing-masing menerima Rp2,5 miliar. Langkah ini sekaligus menjadi dorongan agar penggalangan bantuan Kaltim terus diperluas melalui partisipasi publik.

Melalui penggalangan bantuan Kaltim, pemerintah berharap solidaritas antardaerah semakin kuat, mengingat bencana yang terjadi menimbulkan kerusakan besar, korban jiwa, hingga lumpuhnya aktivitas warga di sejumlah wilayah. Dengan dukungan kolektif, Kaltim ingin memastikan proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.

Rudy Mas’ud menegaskan kembali bahwa momentum penggalangan bantuan Kaltim menjadi kesempatan bagi seluruh pihak untuk terlibat dalam aksi nyata membantu sesama. Ia berharap masyarakat mampu menunjukkan empati melalui kontribusi yang disalurkan secara resmi dan terverifikasi.

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp deadlinenews.co/

Gabung