deadlinenews.co/, TANA PASER – Memasuki tahun 2026, RSUD Panglima Sebaya dilaporkan hampir memenuhi seluruh kebutuhan fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat. Rumah sakit daerah yang berlokasi di Tanah Grogot ini kini ditopang oleh kelengkapan sarana prasarana dan sumber daya manusia kesehatan yang terus ditingkatkan.
Dilansir dari RRI Kaltim, Direktur RSUD Panglima Sebaya, Kamal Anshari, menyampaikan bahwa saat ini rumah sakit telah memiliki 49 dokter spesialis. Meski demikian, RSUD Panglima Sebaya masih memerlukan tambahan dua dokter spesialis, yakni spesialis saraf dan spesialis urologi, guna memperkuat layanan medis lanjutan.
“Harapannya ini bisa menurunkan angka rujukan. Selama ini, kasus stroke maupun kecelakaan yang menyebabkan perdarahan otak harus dirujuk ke rumah sakit lain. Dengan adanya dokter tersebut, insyaallah rujukan bisa diminimalkan,” ujar Kamal.
Kamal mengungkapkan, dokter bedah saraf dijadwalkan mulai bergabung pada Maret 2026. Kehadiran tenaga medis tersebut diharapkan mampu menekan angka rujukan pasien, khususnya kasus stroke dan cedera kepala akibat kecelakaan yang selama ini harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah.
Dari sisi alat kesehatan, RSUD Panglima Sebaya dalam dua hingga tiga tahun terakhir mendapatkan dukungan signifikan dari pemerintah daerah. Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan mutu layanan, terutama di unit perawatan intensif atau Intensive Care Unit (ICU).
“Kita sudah mengembangkan ICU berteknologi tinggi. Selain itu, kamar operasi juga mengalami peningkatan kualitas hingga berstandar internasional melalui APBD Provinsi. Pembangunan dilakukan pada 2025 dan insyaallah sudah bisa digunakan pada 2026,” katanya.
Selain pengembangan ICU berteknologi tinggi, kualitas kamar operasi di RSUD Panglima Sebaya juga ditingkatkan hingga berstandar internasional melalui dukungan APBD Provinsi Kalimantan Timur. Pembangunan fasilitas ini dilakukan pada 2025 dan ditargetkan mulai digunakan pada 2026.
Tak hanya itu, RSUD Panglima Sebaya juga menerima bantuan CT scan berteknologi tinggi dari Kementerian Kesehatan. Bahkan, pada tahun ini rumah sakit kembali memperoleh tambahan CT scan dengan kapasitas yang lebih besar, sehingga menunjang pemeriksaan yang lebih detail dan akurat.
“Jika sebelumnya CT scan kita masih 16 slice, sekarang menjadi 64 slice, sehingga hasil pemeriksaan jauh lebih detail dan teliti. Ini merupakan dukungan langsung dari Kementerian Kesehatan,” ucapnya.
Peningkatan fasilitas juga ditandai dengan keberadaan gedung Cath Lab di RSUD Panglima Sebaya, yang difungsikan untuk tindakan kateterisasi jantung dan intervensi kardiologi, mulai dari proses diagnosis hingga pengobatan. Fasilitas ini menjadi langkah maju dalam penanganan penyakit jantung di Kabupaten Paser.
Ke depan, manajemen RSUD Panglima Sebaya berharap layanan Cath Lab dapat bekerja sama dengan BPJS Kesehatan agar pembiayaannya dapat ditanggung negara, sehingga tidak membebani masyarakat yang membutuhkan layanan jantung.
“Cath Lab ini untuk menangani kasus-kasus jantung. Ke depan, kami berharap bisa bekerja sama dengan BPJS Kesehatan agar layanan ini dapat dicover pembiayaannya,” ujarnya.
Selain itu, terdapat empat proyek pengembangan fasilitas yang telah rampung pada akhir 2025. Salah satunya adalah perluasan gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang didukung Kementerian Kesehatan, guna meningkatkan kenyamanan pasien dan keluarga pasien.
Pengembangan lainnya meliputi pembangunan dan perluasan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dengan kapasitas lebih besar, pembangunan Pediatric Intensive Care Unit (PICU), serta gedung sitotoksik yang difungsikan khusus untuk peracikan obat kemoterapi. Seluruh peningkatan ini diharapkan membuat RSUD Panglima Sebaya semakin mandiri dan mampu menekan angka rujukan pasien ke luar daerah.