deadlinenews.co/, TENGGARONG – Perbaikan jalan dari Desa Rantau Hempang Muara Kaman ke Selerong Sebulu sangat dibutuhkan, mengingat jalan tersebut mempersingkat menuju Kota Tenggarong. Hal ini diakui Kades Rantau Hempang, Maman Sulaeman.
"Jalan Rantau Hempang menuju Tenggarong melewati Selerong sekitar 50 Km, dalam kondisi jalan kering hanya memakan waktu tempuh tidak sampai satu jam," sebut Maman, kepada deadlinenews.co/.
Sayangnya, jalan tersebut masih permukaan agregat. Beberapa titik sulit dilalui jika hujan. "Di Rantau Hempang ada sepanjang 700 meter yang perlu ditingkatkan lagi karena kalau hujan sangat parah kondisinya," jelasnya.
Dia menyebut ada jalan alternatif menuju Tenggarong dari Rantau Hempang melalui Muara Kaman Ulu hingga memutar ke Kota Bangun. Namun, jaraknya lebih panjang karena melintasi enam desa terlebih dahulu. "Jika tidak mau melewati Selerong, bisa lewati jalur seberang ke Muara Kaman, tapi lebih lama karena jarak tempuh mencapai 90 Km," jelas Kades.
Dirinya juga sudah mengusulkan perbaikan jalan tersebut ke Pemkab Kukar melalui Musrenbang Desa dan Kecamatan. Bahkan sudah diusulkan ke DPRD Kukar. "Infonya perbaikan jalan tersebut dianggarkan di APBD 2025, tapi imbas efisiensi anggaran, akhirnya perencanaan tersebut ditunda," jelasnya.
Camat Sebulu Edy Fachrudin juga mengakui jalan dari Rantau Hempang ke Selerong yang masuk bagian wilayah Sebulu sangat parah ketika hujan. "Yang parah di perbatasan Selerong-Muara Kaman," ucapnya.
Dirinya juga sudah mengusulkan kegiatan lanjutan semenisasi Senoni-Selerong. Jalan ini belum semenisasi, tapi truk banyak melintas jalan Muara Hempang-Selerong.
Selain itu, jalan perbatasan desa Bloro-Sebulu Modern juga butuh perhatian karena banyak yang berlubang. "Pelajar dari Bloro banyak yang sekolah di Sebulu Modern, kasihan jika melintasi jalan tersebut ketika hujan," keluhnya.(Andri)