deadlinenews.co/, SAMARINDA – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) menggelar vaksinasi rabies gratis untuk hewan peliharaan jenis kucing dan anjing. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT RI ke-80 sekaligus kampanye pencegahan penyakit zoonosis.
Dilansir dari antaranews.com, Ketua Bidang Kesehatan Hewan DWP Kaltim, drh. Dyah Anggraini, menjelaskan vaksinasi rabies gratis dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama digelar Selasa, 5 Agustus 2025, dengan sasaran hewan peliharaan milik anggota DWP dari instansi pemerintah dan vertikal di lingkungan Pemprov Kaltim. Tahap kedua berlangsung 19–21 Agustus 2025 untuk masyarakat umum.
“Kegiatan ini tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan rabies serta mendukung program kesehatan hewan di daerah,” jelas Dyah. Menurut Dyah, program ini merupakan bentuk perhatian terhadap isu kesehatan hewan di tengah masyarakat.
“Vaksinasi rabies gratis pada hari ini memang kami prioritaskan untuk anggota DWP Kaltim. Namun masyarakat umum tidak perlu kecewa, karena kami juga akan menyelenggarakan kegiatan serupa yang terbuka untuk umum,” ujarnya.
Untuk tahap kedua, vaksinasi akan digelar di Klinik Hewan DPKH Provinsi Kaltim. Masyarakat yang berminat wajib mendaftar terlebih dahulu melalui tautan resmi yang akan disediakan pihak penyelenggara. Peserta terdaftar nantinya akan dihubungi untuk penjadwalan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan, tetapi juga wujud kepedulian bersama terhadap kesehatan hewan peliharaan sekaligus pencegahan penyakit rabies. Data Pemprov Kaltim mencatat, hingga 2025 terdapat 1.334 kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR), dengan jumlah tertinggi terjadi di Balikpapan.
Hampir 90 persen kasus tersebut disebabkan gigitan anjing, sedangkan 92 persen penularan rabies terjadi melalui gigitan, cakaran, dan jilatan air liur hewan yang terinfeksi.
“Penularan penyakit rabies dari hewan GHPR 92 persen melalui gigitan, cakaran, dan jilatan air liur hewan yang terinveksi,” jelas Dyah.
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya












