deadlinenews.co/, SAMARINDA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim sudah menetapkan status siaga pada bulan Juli sampai Januari yang ditujukan ke Pemerintah Kabupaten/Kota terkait curah hujan di wilayah ini.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kaltim Tresna Rosano, mengatakan sudah jauh-jauh status siaga ditetapkan untuk Kaltim. Pihaknya juga sudah melaksanakan rapat teknis semua OPD termasuk Dinkes dan TNI/Polri terkait batas wilayah sungai dan membahas kesiapsiagaan dari peralatan dan personel.
“Kita bahas untuk siap siaga dalam segala lini, dari personel, peralatan dan bantuan lainnya, dalam penangan semisal ke depannya ada kejadian yang tidak kita inginkan,” imbuhnya.
Ia juga menyampaikan bahwa BPBD terus melakukan kordinasi dengan BMKG. “Untuk prediksi sampai bulan Maret dan April tahun 2026, masih ada curah hujan, tapi puncak hujannya di bulan Desember 2025 sampai Januari 2026,” ungkapnya. “Terutama tanggal 15 sampai 22 Desember ini kita waspadai karena curah hujannya tinggi,” tambahnya.
Terkait daerah rawan banjir dan longsor di Kaltim, beber di, hampir semua kabupaten//kota. Namun, atensi lebih untuk daerah Kubar, Mahulu, dan Berau. “Titik beratnya kita taruh di tiga kabupaten tersebut,” ucapnya.
Tresna menambahkan bahwa dana BTT itu pasti ada dalam kas daerah dan sewaktu-waktu bisa digunakan saat diperlukan. “Jadi BTT ini bisa keluar pada saat penanganan daruratnya,” ucapnya.
Pencairan BTT juga punya tahapan. “Statusnya dari siaga darurat, ke status darurat, ke tanggap darurat. Kalau sudah tanggap darurat itu berlakunya biasanya 14 hari, jadi ada aturan-aturan tertentu, tidak bisa sembarangan dalam mengeluarkan dana,” pungkasnya. (msd)












