Kaltim  

Kasus DBD di Kaltim Tembus 3.647, Dinkes Ajak Warga Gencarkan PSN 3M Plus Setiap Akhir Pekan

deadlinenews.co/, SAMARINDA – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kalimantan Timur terus meningkat hingga mencapai 3.647 kasus, mendorong Dinas Kesehatan Kaltim menggalakkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, mengimbau masyarakat agar rutin melakukan PSN setiap akhir pekan sebagai langkah nyata mencegah penyebaran penyakit berbahaya ini.

Dilansir dari Antara Kaltim, Kepala Dinkes Jaya Mualimin mengajak seluruh masyarakat untuk aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara rutin di lingkungan tempat tinggal masing-masing, khususnya pada akhir pekan. Langkah sederhana ini dinilai sangat efektif untuk mencegah penularan DBD yang kini kembali meningkat di sejumlah wilayah.

“Satu rumah bebas jentik berarti satu keluarga lebih sehat. Kami mendorong PSN menjadi sebuah gerakan bersama. Mari kita jadikan kegiatan PSN sebagai rutinitas di setiap akhir pekan,” ujar Jaya Mualimin di Samarinda, Sabtu (4/10/2025).

Ia menegaskan pentingnya meluangkan sedikit waktu setiap akhir pekan untuk memastikan rumah benar-benar bebas dari jentik nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penyebab DBD. Jaya juga menyebutkan bahwa hingga saat ini tercatat 11 warga Kaltim meninggal dunia akibat DBD, sehingga kewaspadaan masyarakat harus semakin ditingkatkan.

“Kami terus mengkampanyekan slogan ‘Aku Malu Jika Ada Jentik di Rumahku’ untuk menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab individu dalam menjaga kebersihan lingkungan. Hal ini penting mengingat kasus kematian DBD di Kaltim yang tercatat 11 orang dari data terkini,” katanya.

Menurut Jaya, kunci utama dalam menekan penyebaran DBD adalah memutus siklus hidup nyamuk dengan cara menghilangkan tempat berkembang biaknya. Ia mengimbau masyarakat menerapkan gerakan PSN 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat nyamuk bertelur.

“Caranya sangat mudah dan tidak memakan waktu lama. Lakukan PSN 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air seperti bak mandi dan vas bunga, menutup rapat semua wadah air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk,” ujarnya.

Lebih lanjut, Jaya menjelaskan beberapa titik yang sering luput dari perhatian, di antaranya tatakan pot bunga, tampungan air dispenser, talang air, ban bekas, hingga wadah air di belakang kulkas.

“Cukup sisihkan sedikit waktu pada akhir pekan untuk memeriksa dan membersihkan titik-titik rawan tersebut. Musim hujan telah tiba, jangan biarkan nyamuk berkembang biak. Lawan dengue harus dimulai dari rumah kita sendiri,” tegas Jaya.

Gerakan PSN, lanjutnya, diharapkan menjadi budaya bersama masyarakat Kalimantan Timur untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat, sekaligus melindungi keluarga dari ancaman Demam Berdarah Dengue yang setiap tahun memakan korban jiwa.

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya