Kebakaran Hanguskan Satu Rumah di Perumahan Dosen Samarinda

kebakaran Samarinda, kebakaran rumah, korsleting listrik, Perumahan Dosen, Samarinda Utara
Satu rumah di Jalan Dayak Kelian, Perumahan Dosen Unmul hangus terbakar, Kamis, 26 Februari 2026. (Foto: WAG/Info Taruna Samarinda)

DEADLINENEWS.CO, SAMARINDA – Satu unit rumah di kawasan Perumahan Dosen, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, dilaporkan mengalami kebakaran Samarinda pada Kamis (26/2/2026) malam. Insiden kebakaran Samarinda ini terjadi sesaat setelah azan magrib dan diduga kuat dipicu korsleting listrik di bagian plafon rumah. Api dengan cepat membesar hingga melalap hampir seluruh bangunan, membuat warga sekitar panik.

Menurut informasi yang dilansir dari RRI Samarinda, percikan api pertama kali terlihat muncul dari bagian atas plafon sebelum akhirnya menjalar ke seluruh bagian rumah. Ketua RT 18 Kelurahan Sempaja Selatan, Jumrani, menyebut api tiba-tiba membesar sehingga dirinya langsung meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan pemadaman awal. Upaya pemadaman oleh warga dilakukan secara spontan sembari menunggu petugas datang ke lokasi kebakaran Samarinda.

Sejumlah warga sekitar turut membantu memadamkan kebakaran Samarinda dengan peralatan seadanya. Namun, keterbatasan sumber air membuat kobaran api sulit dikendalikan. Situasi tersebut menyebabkan api terus membesar dan menghanguskan sebagian besar bangunan rumah sebelum armada pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkarmat Samarinda, Akhmad Supriyanto, mengungkapkan pihaknya menerima laporan kebakaran Samarinda sekitar pukul 18.55 Wita. Laporan tersebut masuk tak lama setelah petugas menangani kejadian kebakaran lain di kawasan Loa Buah pada hari yang sama, sehingga personel langsung bergerak cepat menuju lokasi berikutnya.

Sebanyak tiga unit mobil pemadam dari Posko 2 dikerahkan untuk menangani kebakaran Samarinda di Perumahan Dosen. Proses pemadaman juga dibantu oleh relawan yang berada di sekitar lokasi. Meski begitu, petugas sempat mengalami kendala karena akses jalan menuju titik api tergolong sempit dan sulit dilalui armada besar.

Selain akses jalan yang terbatas, medan perumahan membuat petugas pemadam kesulitan memperoleh pasokan air yang memadai untuk memadamkan kebakaran Samarinda. Salah satu unit pemadam difungsikan sebagai penembak air utama, sementara unit lainnya fokus melakukan suplai air agar proses pemadaman dapat berlangsung optimal.

Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar 45 menit setelah petugas tiba di lokasi kebakaran Samarinda. Beruntung, kobaran api tidak merambat ke bangunan lain di sekitarnya. Dalam peristiwa ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa, meski kerugian material diperkirakan cukup besar akibat rumah yang hangus terbakar.

Berdasarkan keterangan sementara dari petugas, penyebab kebakaran Samarinda diduga berasal dari korsleting listrik di bagian atas rumah yang memicu percikan api kecil sebelum membesar. Pihak berwenang mengimbau warga agar lebih waspada terhadap instalasi listrik di rumah, khususnya pada area plafon dan kabel lama, guna mencegah terulangnya peristiwa kebakaran Samarinda di kemudian hari.