deadlinenews.co/, SAMARINDA – Gelaran Kejurnas Layang-Layang 2026 sukses meramaikan langit Kota Samarinda dengan atraksi warna-warni layang-layang dari berbagai daerah. Melalui Kejurnas Layang-Layang 2026, Kalimantan Timur kembali menegaskan perannya di bawah naungan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI). Antusiasme peserta dan penonton membuat Kejurnas Layang-Layang 2026 terasa semarak sepanjang akhir pekan. Tak hanya kompetisi, Kejurnas Layang-Layang 2026 juga menjadi ajang pembinaan atlet menuju level nasional.
Dilansir dari kaltimprov.go.id, Kejurnas Layang-Layang 2026 digelar sejak Jumat hingga Minggu dan dipusatkan di kawasan Ex Bandara Temindung, Samarinda. Kejuaraan nasional ini mempertemukan para pegiat layang-layang dari berbagai daerah di Indonesia dalam kompetisi bergengsi olahraga rekreasi.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur, Muhammad Faisal, secara langsung menyerahkan piala dan hadiah kepada para pemenang lomba pada Minggu (8/2/2026). Dalam sambutannya, Faisal menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Kejurnas Layang-Layang 2026 yang dinilai mampu mengangkat prestasi sekaligus memperkuat silaturahmi antarpegiat olahraga rekreasi.
“Ke depan, kami berencana mengadakan pemecahan Rekor MURI dengan menaikkan sekitar 3.000 layang-layang secara serentak,” ujar Muhammad Faisal.
Ia juga mengungkapkan rencana besar ke depan dengan menggagas pemecahan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berencana menggelar kegiatan massal dengan menerbangkan ribuan layang-layang secara bersamaan sebagai tindak lanjut dari suksesnya Kejurnas Layang-Layang 2026.
Ketua Pelangi Kaltim, Alwi H, menjelaskan bahwa Kejurnas Layang-Layang 2026 diikuti oleh 96 peserta dari berbagai kategori, mulai dari pemain muda hingga atlet profesional. Peserta berasal dari hampir seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur, seperti Balikpapan, Bontang, Sangatta, Berau, Penajam, hingga Paser.
Tidak hanya itu, Kejurnas Layang-Layang 2026 juga menarik minat peserta dari luar daerah, termasuk Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, serta provinsi tetangga Kalimantan Utara. Hal ini menunjukkan daya tarik kejuaraan tersebut di tingkat nasional.
Dalam sistem pertandingan Kejurnas Layang-Layang 2026, layang-layang dinyatakan gugur apabila sobek saat bertanding atau menyentuh tanah. Penentuan pemenang dilakukan melalui adu keterampilan dengan gaya bebas atau freestyle, dengan ketinggian terbang sekitar 50 meter dan kebebasan menggunakan benang nilon maupun katun.
Selain sebagai ajang silaturahmi, Kejurnas Layang-Layang 2026 juga menjadi sarana seleksi atlet yang akan mewakili Kalimantan Timur pada ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) mendatang. Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp20 juta, dengan pembagian Juara I Rp9 juta, Juara II Rp5,3 juta, Juara III Rp3 juta, serta hadiah untuk kategori harapan dan Top 12.
Alwi berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dispora dapat semakin ditingkatkan agar prestasi atlet layang-layang terus berkembang. Ia menilai olahraga ini tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga memiliki dampak sosial positif, khususnya bagi generasi muda.
“Harapan kami pemerintah lebih memperhatikan atlet agar prestasi terus meningkat. Selain itu, kami ingin menggaet anak-anak sekolah agar bermain layangan bisa menjadi cara efektif mengurangi ketergantungan pada gadget. Ini olahraga sehat, dilakukan di bawah sinar matahari dari jam 9 pagi sampai jam 6 sore,” tutup Alwi.












