deadlinenews.co/, JAKARTA – Hubungan antara Pangeran William dan Pangeran Harry, dua pewaris tahta Kerajaan Inggris, semakin memburuk dan diprediksi tidak akan membaik dalam waktu dekat. Bahkan, menurut laporan terbaru dari Daily Mail dikutip Tempo.co, Pangeran William dilaporkan tidak memiliki rencana untuk mengundang adiknya, Pangeran Harry, dalam penobatannya sebagai Raja Inggris di masa mendatang. Keputusan ini memperlihatkan betapa renggangnya hubungan kedua pangeran ini, yang sudah tidak berbicara selama hampir dua tahun.
Sejak beberapa tahun terakhir, hubungan Pangeran William dan Pangeran Harry semakin merenggang, terutama setelah Pangeran Harry memutuskan untuk mengundurkan diri dari tugas kerajaannya pada tahun 2020. Langkah ini yang dikenal dengan istilah “Megxit”, diambil Harry bersama istrinya, Meghan Markle, dan kemudian pindah ke California, Amerika Serikat. Sejak saat itu, kehidupan Pangeran Harry berubah drastis, menjauh dari tradisi dan tanggung jawab yang sebelumnya diembannya sebagai anggota keluarga kerajaan.
Menurut sumber yang dekat dengan Pangeran William, yang dilansir oleh Daily Mail, fokus utama Pangeran Wales saat ini adalah pada istri, anak-anak, dan ayahnya, Raja Charles III. “Saudaranya bukan sesuatu yang sering dibahas,” ungkap sumber tersebut, menggambarkan bagaimana Pangeran William tampaknya telah mengesampingkan hubungannya dengan Harry.
Ketegangan antara kedua saudara ini mulai meningkat setelah Harry dan Meghan secara terbuka berbicara tentang ketidakpuasan mereka terhadap kehidupan di kerajaan dalam wawancara eksklusif dengan Oprah Winfrey pada tahun 2021. Dalam wawancara tersebut, Harry dan Meghan mengungkapkan berbagai masalah internal keluarga kerajaan, termasuk dugaan perlakuan rasis yang diterima Meghan dan tekanan mental yang dirasakan keduanya selama berada di bawah sorotan publik sebagai anggota keluarga kerajaan.
Wawancara tersebut menjadi salah satu pemicu utama yang membuat hubungan Pangeran Harry dengan keluarganya semakin tegang. Pangeran William, yang dikenal lebih konservatif dan berpegang teguh pada tradisi, dikabarkan merasa tersinggung dengan berbagai tuduhan yang dilontarkan oleh Harry dan Meghan. Ketegangan ini semakin diperburuk oleh perilisan serial Netflix Harry & Meghan serta memoar Harry yang berjudul Spare, yang memperlihatkan sisi lain dari kehidupan mereka di balik layar.
Hubungan yang semakin renggang antara Pangeran William dan Pangeran Harry tidak hanya menjadi perhatian publik, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan anggota keluarga kerajaan lainnya. Sunday Times melaporkan bahwa meskipun Raja Charles III diyakini masih berusaha memaafkan dan merangkul kembali putranya, banyak anggota keluarga kerajaan lainnya, termasuk Pangeran William, tampaknya kurang bersedia untuk memaafkan tindakan Harry.
Kondisi ini semakin diperparah dengan adanya kekhawatiran bahwa setiap percakapan pribadi dengan Harry bisa berakhir menjadi materi untuk sekuel dari memoar Spare atau untuk proyek-proyek media lainnya yang sedang digarap oleh Harry dan Meghan. Seorang teman dekat Raja Charles bahkan mengungkapkan bahwa sulit bagi keluarga untuk membangun kembali kepercayaan yang telah hilang, mengingat betapa banyaknya informasi pribadi yang telah diungkapkan oleh Harry kepada publik.
Harry, yang kini bergelar Duke of Sussex, berada dalam posisi yang semakin terasing, baik dari keluarganya maupun dari kehidupan yang pernah ia jalani di Inggris. Sementara itu, Meghan Markle, yang sebelumnya merupakan seorang selebriti di Amerika, sejak awal pernikahannya dengan Harry, merasa tidak pernah benar-benar dapat menyatu dengan tradisi dan norma kehidupan keluarga kerajaan Inggris.
Artikel Asli baca di Tempo.co
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim