deadlinenews.co/, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas peluncuran program studi Magister Ilmu Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Samarinda. Peluncuran ini sebagai bagian dari kemajuan pendidikan tinggi di daerah.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud yang diwakili oleh, Kabiro Kesra Dasmiah, ia mengatakan bahwa peluncuran Magister Hukum merupakan langkah yang konkret Untag dalam menjawab tantangan dunia pendidikan.
“Kami mengapresiasi Untag 45 Samarinda telah menghadirkan program Magister Hukum,” ungkpanya.
Dasmiah juga menyinggung hasil pertemuan terbaru dengan Menteri Pendidikan Tinggi di mana usia maksimal untuk melanjutkan studi doktoral kini diperluas menjadi 50 tahun.
Lebih lanjut, dia mendorong mahasiswa maupun dosen untuk memanfaatkan program pembiayaan seperti Gratispol di dunia pendidikan. “Kami berharap jenjang pendidikan tinggi terus ditempuh dan ditanamkan, bukan dari mahasiswa saja, tetapi juga dari dosen agar memiliki kualitas pendidikan hukum semakin meningkat,” imbuhnya.
Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri menyambut baik kehadiran Prodi Magister Hukum di Untag Samarinda. Diharapkan menghasilkan pendekar hukum yang mumpuni dalam menegakkan keadilan. “Kita tidak boleh ada lagi yang namanya hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah, penegak hukum harus adil, dan saya harap melalui magister hukum ini bisa memberikan bekal untuk daerah,” ungkapnya.
Rektor Untag 45 Samarinda Dr. Evi Kuniasari Purwaningrum, S.Psi.,M.Ps menyampaikan bahwa kehadiran Program Magister Hukum adalah hasil perjuangan panjang sejak kepemimpinan rektor sebelumnya. “Bagaimana kami jadi saksi dari perjuangan membangun program magister ini, yang dilakukan demi menciptakan calon penegak hukum yang tidak hanya cakap secara akademik, tapi juga kuat secara visi dan misi,” jelasnya.
Dia menekankan bahwa program ini bukan semata menambah jenjang pendidikan, melainkan sebagai langkah strategis dalam penguatan sistem hukum, mengawal demokrasi dan menjaga keadilan sosial. “Kurikulum magister ini kami rancang secara adaptif,responsif serta relevan dengan isu-isu kontemporer,”ungkapnya.
Senada, Dekan Fakultas Hukum Untag 45 Samarinda Sukindar, menegaskan bahwa peluncuran Magister Hukum sebagai komitmen lembaganya dalam menjawab dinamika hukum yang kian kompleks. “Harapan kami lulusan magister agar tidak hanya kuat secara akademis, tetapi juga harus memiliki kepekaan sosial dan mampu menawarkan solusi hukum kepada masyarakat,” tegasnya.
Wakil Dekan l Untag Samarinda Lainnya disampaikan, Fatimah bersyukur kegiatan launching terlaksana dengan baik dan lancar. Ada 40 kuota beasiswa bagi mahasiswa S2 Hukum yang diberikan pemerintah Kaltim. “Karena biaya kuliah dibantu oleh Pemrov Kaltim, mahasiswa magister hukum nantinya cuma membayar 750 rubu setiap semester,” jelasnya.
Kaprodi S2 Hukum Untag Samarinda, Isnawati menyampaikan rasa syukurnya. “Mudah-mudahan bisa membawa arah baru di dunia hukum,” ungkapnya.
Isnawati juga menyampaikan terimakasih banyak kepada Pemprov Kaltim yang sudah memberikan 40 kuota beasiswa gratispol kepada calon magister hukum di untag 45. “Kita dapat 40 kuota program gratispol untuk jenjang magister, baru ada 10 orang yang mendaftar program S2. Berarti masih ada 30 orang yang bisa menerima beasiswa S2 magister hukum,” pungkasnya. (msd)
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya












