Mendunia! Sarung Tenun Samarinda Tembus Pasar Global, Dari Lokal ke Yordania

Mendunia! Sarung Tenun Samarinda Tembus Pasar Global, Dari Lokal ke Yordania

DEADLINENEWS.CO, SAMARINDA – UMKM tenun Samarinda kini semakin menunjukkan eksistensinya dengan menembus pasar internasional dan menarik minat pembeli mancanegara. Dilansir dari RRI, produk sarung tenun khas Kampung Tenun Samarinda Seberang terus memperluas jangkauan pasarnya hingga ke luar negeri. Wastra tradisional ini tidak hanya diminati di dalam negeri, tetapi juga menjadi bagian dari promosi budaya Indonesia di kancah global.

Salah satu pengrajin sekaligus pemilik Rumah Sarung Tenun, Fatmawati mengungkapkan bahwa produknya telah mengikuti berbagai pameran di sejumlah kota besar hingga luar negeri, termasuk Yordania. Kegiatan tersebut difasilitasi pemerintah serta mendapat dukungan pembinaan dari Bank Indonesia.

“Kami sering ikut pameran di Jakarta, Bandung, Surabaya, bahkan sampai Yordania. Biasanya difasilitasi pemerintah karena biaya ke luar negeri cukup besar,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Menurut Fatmawati, pameran menjadi sarana penting untuk memperkenalkan sarung tenun Samarinda sebagai produk premium yang memiliki nilai budaya tinggi. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan meningkatnya minat pembeli dari luar negeri, seperti Brunei Darussalam dan Malaysia.

Selain itu, wisatawan mancanegara juga tercatat datang langsung ke Kampung Tenun untuk membeli sarung sebagai oleh-oleh maupun bahan pakaian. Hal ini menunjukkan bahwa produk lokal memiliki daya tarik kuat apabila didukung kualitas dan promosi yang tepat.

Ia menjelaskan, penjualan sarung tenun cenderung fluktuatif karena dipengaruhi kondisi ekonomi, khususnya sektor pertambangan dan perkebunan yang selama ini menjadi pasar utama. Namun saat permintaan tinggi, penjualan dapat mencapai puluhan lembar dengan omzet hingga puluhan juta rupiah.

Tak hanya masyarakat umum, sarung tenun Samarinda juga diminati oleh tokoh nasional dan pejabat pemerintah. Hal ini semakin memperkuat posisinya sebagai produk unggulan daerah yang memiliki nilai ekonomi sekaligus budaya.

Fatmawati menekankan bahwa menjadi pengrajin tidak cukup hanya mengandalkan keterampilan menenun. Kemampuan komunikasi dan promosi juga menjadi kunci dalam menarik minat konsumen.

“Tidak cukup hanya bisa menenun, kita juga harus bisa menjelaskan produk agar pembeli tertarik. Semangat itu penting untuk mempertahankan usaha,” katanya.

Sebagai bagian dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), ia juga terlibat dalam proses seleksi produk tenun berkualitas premium untuk kebutuhan instansi pemerintah. Upaya ini dilakukan untuk menjaga standar kualitas agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Ke depan, para pelaku UMKM berharap sarung tenun Samarinda semakin dikenal luas sebagai identitas budaya Indonesia sekaligus menjadi penggerak ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

Exit mobile version