deadlinenews.co/, SAMARINDA – Upaya Pemerintah Kota Samarinda dalam mengatasi banjir mulai membuahkan hasil nyata. Melalui pembangunan dan perbaikan sistem drainase di berbagai titik rawan, kini durasi genangan air di Samarinda berkurang signifikan, menandai kemajuan penting dalam penanganan banjir kota yang selama ini menjadi keluhan warga.
Dilansir dari RRI Kaltim, langkah nyata Pemerintah Kota Samarinda dalam menanggulangi genangan air kini mulai menunjukkan hasil positif. Melalui pembangunan dan perbaikan sistem drainase di sejumlah kawasan padat penduduk, air kini lebih cepat surut setelah hujan deras mengguyur kota.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Samarinda, Darmadi, mengungkapkan, hasilnya dapat terlihat langsung dari perubahan waktu surut air di lapangan.
“Kalau dulu banjir bisa empat jam baru surut, sekarang satu jam saja sudah kering,” ujarnya, Senin (6/10/2025).
Meski belum sepenuhnya menghilangkan risiko banjir, Darmadi menilai upaya peningkatan sistem drainase Samarinda telah membawa dampak signifikan terhadap berkurangnya genangan di berbagai wilayah. Ia menjelaskan, banjir di Samarinda merupakan persoalan kompleks yang tak hanya disebabkan hujan lokal, melainkan juga aliran air kiriman dari daerah hulu.
“Banjir itu sistem. Kadang ada hujan di sini, ada juga kiriman air dari hulu. Kalau dua-duanya terjadi bersamaan, genangan pasti muncul,” katanya.
Menurut Darmadi, pembangunan drainase yang dilakukan saat ini merupakan bagian dari sistem terpadu untuk menata ulang aliran air di kota. Pemerintah memprioritaskan pengerjaan di titik-titik rawan seperti Jalan M. Yamin, Sutomo, dan Khalid, yang selama ini sering tergenang dalam waktu lama. Kawasan Saka juga masuk perhatian karena masih menggunakan saluran lama berukuran kecil.
Namun, proses pengerjaan di lapangan kerap menghadapi berbagai kendala. Darmadi menyebut hambatan berupa keberadaan utilitas bawah tanah seperti pipa PDAM, kabel Telkom, hingga tiang listrik, sering memperlambat pembangunan.
“Kalau kerja di tengah kota itu banyak tantangan. Kadang utilitas di bawah tanah bikin waktu jadi lama. Kalau semua clear, pengerjaan bisa cepat,” jelasnya.
Selain itu, padatnya lalu lintas di kawasan perkotaan membuat sebagian besar pekerjaan dilakukan pada malam hari agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
“Kalau siang padat, malam kita kerja. Itu juga salah satu strategi agar proyek tetap berjalan,” kata Darmadi.
Meski berbagai kendala masih dihadapi, Darmadi tetap optimistis pembangunan drainase yang dilakukan secara bertahap akan mampu menekan risiko banjir kota Samarinda ke depannya.
“Kalau nanti semua saluran sudah tersambung satu sistem, insyaallah genangan bisa berkurang jauh,” ujarnya menutup pernyataan.
Dengan sistem drainase yang semakin tertata dan proyek infrastruktur yang berkelanjutan, Pemerintah Kota Samarinda terus berupaya mewujudkan lingkungan perkotaan yang lebih aman, nyaman, dan terbebas dari genangan air yang selama ini menjadi masalah klasik warga.
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya












