Pembukaan Seleksi Paskibraka Kaltim 2026, Tekankan Integritas dan Kualitas Peserta

DEADLINENEWS.CO, SAMARINDA – Pemerintah provinsi resmi membuka tahapan seleksi. Dari ribuan pendaftar, puluhan peserta terbaik kini bersaing untuk melaju ke tingkat provinsi hingga nasional.

Dilansir dari laman resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, pembukaan Seleksi Calon Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat provinsi dan pusat tahun 2026 digelar pada Senin (4/5/2026) di Aula BPSDM Kaltim.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Pelaksana Tugas Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim, Arih Franata Filifus Sembiring. Ia menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan secara ketat dan transparan.

Dari 60 peserta perwakilan kabupaten/kota yang mengikuti tahap awal, terdiri dari 30 putra dan 30 putri, sebanyak 58 orang dinyatakan lolos. Dua peserta lainnya harus gugur pada tahap awal seleksi.

Seleksi dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai 3 hingga 9 Mei 2026. Para peserta akan menjalani berbagai tahapan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, tes fisik, kesamaptaan, hingga pengujian wawasan kebangsaan.

Dalam sambutannya, Sembiring menekankan pentingnya menjaga integritas selama proses seleksi. Ia mengingatkan tidak boleh ada praktik nepotisme dalam penentuan peserta yang lolos.

“Tidak boleh ada nepotisme. Kalau ada, silakan laporkan. Ini amanah, kita harus menyeleksi yang terbaik. Jangan ada proyek titipan, mau dia anak pejabat atau latar belakang apa pun,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kualitas menjadi satu-satunya tolok ukur dalam seleksi Paskibraka Kaltim 2026.

“Siapa pun, selama memiliki kualitas, harus diperjuangkan. Jangan dihalang-halangi. Namun, memang tidak mudah untuk sampai ke tahap ini,” katanya.

Dari 58 peserta yang tersisa, nantinya akan dipilih 40 orang terbaik untuk bertugas di tingkat provinsi. Selain itu, dua peserta terbaik akan mewakili Kalimantan Timur ke tingkat nasional.

Sembiring turut mengingatkan para peserta untuk menjaga disiplin selama mengikuti rangkaian seleksi. Ia menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap pelanggaran.

“Saya tidak memberikan toleransi. Jika ada pelanggaran, saya coret langsung,” tegasnya.

Tak hanya kepada peserta, ia juga berpesan kepada tim selektor agar tetap menjaga integritas dan tidak terpengaruh intervensi pihak mana pun.

“Kepada tim selektor, jangan berkompromi jika ada intervensi. Kita jaga proses ini tetap bersih,” ujarnya.

Melalui proses ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga memiliki karakter kuat serta semangat nasionalisme tinggi.

“Ini bukan sekadar seleksi, tetapi juga pembinaan. Kita ingin mereka memiliki nilai patriotisme dan cinta tanah air,” pungkasnya.