Pemerintah Pastikan Harga LPG 3 Kg Tak Akan Naik, Stok Aman

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (kanan) dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya (kiri) di pelataran Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 16 April 2026 (Foto: BPMI Sekretariat Presiden)

DEADLINENEWS.CO, JAKARTA – Harga LPG 3 kg menjadi perhatian pemerintah yang memastikan tidak ada kenaikan harga gas melon di tengah kondisi stok yang dinilai aman. Dilansir dari RRI, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa harga LPG 3 kg bersubsidi tetap stabil tanpa kenaikan. Ia memastikan stok LPG nasional saat ini berada di atas batas minimum yang telah ditetapkan pemerintah.

“Khusus untuk LPG yang disubsidi, stok kita di atas standar minimum nasional. Dipastikan harganya tidak ada kenaikan, flat,” ujar Bahlil usai konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Menurut Bahlil, kebijakan mempertahankan harga LPG 3 kg sejalan dengan langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan bakar bersubsidi lainnya, seperti Pertalite dan Biosolar. Sejak pertama kali diluncurkan pada 2007, harga LPG 3 kg disebut belum pernah mengalami kenaikan.

Meski demikian, ia mengakui masih ditemukan praktik permainan harga di tingkat distributor maupun pangkalan. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah untuk segera dibenahi.

“Yang ada, harga itu dimainkan di distributor dan pangkalan. Itu yang mau saya tata agar subsidi tepat sasaran,” katanya.

Pemerintah berencana melakukan penataan sistem distribusi LPG agar subsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga efektivitas program subsidi energi.

Sebelumnya, pada Februari 2025, pemerintah sempat mencoba mengatur distribusi dengan menghapus peran pengecer. Namun kebijakan tersebut justru menimbulkan antrean panjang di sejumlah daerah.

Sebagai solusi, pemerintah kini mendorong para pengecer untuk mendaftar sebagai subpangkalan resmi. Upaya ini diharapkan dapat memperlancar distribusi sekaligus menjaga harga LPG tetap terkendali di lapangan.