Pemkab Butuh Rp29 Miliar untuk Relokasi Warga Terdampak Longsor di Batuah dan Banjir Purwajaya

deadlinenews.co/, TENGGARONG – Sejak April 2025, sejumlah rumah warga di KM 28 Desa Batuah Kecamatan Loa Janan ikut terdampak longsor. Sampai saat ini, belum ada tanda-tanda akan dilakukan relokasi dan renovasi sebagai upaya ganti rugi.

“Kami tetap anggarkan relokasi dan renovasi rumah warga yang terdampak, meski tidak mendapatkan anggaran secara penuh mengingat defisit anggaran yang Kukar alami,” ucap Kabid Perumahan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kukar, Heri Setyawan, belum lama ini.

Secara bertahap, pemerintah menganggarkan sekitar 12 rumah warga terlebih dahulu. Renovasi ditargetkan rampung selama 2 tahun dari total rumah warga yang terdampak longsor. “Sekitar 27 rumah yang terdampak, sisanya akan dianggarkan di APBD 2027,” jelasnya.

Relokasi dan renovasi rumah warga diperkirakan membutuhkan areal seluas hampir satu hektare. Sebagian rumah warga yang akan direlokasi berlokasi di Desa Purwajaya yang longsor karena banjir. Dibandingkan dengan Purwajaya, proses relokasi lebih siap di Desa Batuah. “Yang di Purwajaya sedang proses desain,” ucapnya.

Berapa anggaran yang disiapkan jika ingin menuntaskan program renovasi dan relokasi rumah warga? Heri memperkirakan membutuhkan sekitar Rp 29 miliar. Itu belum termasuk konstruksi penahan longsor di Purwajaya. Untuk sementara teranggarkan Rp 13 miliar. “Semoga saja nanti ada dari program CSR bisa membantu itu, kita belum sampai pembahasan ke CSR perusahaan,” jelasnya.

Sekretaris RT 25 Batuah, Rahman mengakui, ada sekitar 20 rumah warga yang alami kerusakan parah. Warganya sudah didata oleh Pemkab sejak November 2025 lalu. “Warga berharap secepatnya dibangunkan rumah oleh pemerintah karena sudah tidak punya dana lagi untuk bangun rumah kembali,” jelasnya.(Andri)

 


Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp deadlinenews.co/

Gabung

Exit mobile version