deadlinenews.co/, TANA PASER – Pemerintah Kabupaten Paser terus memperkuat ekonomi kreatif Paser melalui sosialisasi implementasi Peraturan Bupati Paser Nomor 29 Tahun 2024 tentang peta jalan pengembangan ekraf 2024–2028. Kegiatan tersebut digelar sebagai komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan daya saing sektor kreatif sekaligus menyambut penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim ke-8 pada 2026.
Dilansir dari RRI Kaltim, kegiatan sosialisasi ini menghadirkan seorang akademisi dari Universitas Mulawarman sebagai narasumber untuk mengawal penerapan ekonomi kreatif Paser agar berjalan lebih terarah menuju pengembangan sport tourism.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Paser, Romif Erwinadi, menjelaskan bahwa peluang besar terbuka lewat berbagai agenda olahraga yang akan berlangsung dalam dua tahun mendatang. Ia menilai momentum Porprov harus menjadi titik kebangkitan ekonomi kreatif Paser di berbagai subsektor.
“Ini lebih kepada menghidupkan kembali. Potensi ekonomi kreatif Paser sebenarnya sudah banyak. Apalagi kita menghadapi Porprov 2026, tentu harus disiapkan agar daerah punya posisi penting,” ujarnya.
Romif menyebut geliat kompetisi olahraga di daerah terbukti membawa efek domino pada sektor kuliner, perhotelan, hingga industri pendukung lainnya. Karena itu, ia menekankan pentingnya inovasi agar ekonomi kreatif Paser semakin dikenal luas.
Sementara itu, Wakil Ketua Komite Ekraf Kaltim sekaligus akademisi Unmul, Erwiantono, mengatakan bahwa Paser termasuk daerah yang progresif dalam penyusunan roadmap ekraf. Namun, perkembangan kawasan IKN dan dinamika ekonomi nasional yang bergerak cepat membuat ekonomi kreatif Paser perlu penyegaran agar tetap relevan.
Menurutnya, penyesuaian tidak mengubah keseluruhan arah kebijakan, tetapi memberikan ruang inovasi, revitalisasi kelembagaan, dan peningkatan implementasi ekonomi kreatif Paser. Ia juga menyoroti pentingnya pengukuran dampak ekonomi sebagai dasar pengambilan kebijakan.
“Paser perlu segera mengukur dampak ekonomi. Tanpa data kuantitatif, sulit menunjukkan kontribusi ekonomi kreatif Paser secara terukur,” ujarnya.