Pemkot Samarinda Percepat Mulok Bahasa Kutai: Langkah Tegas Jaga Identitas Lokal 2025

deadlinenews.co/, SAMARINDA – Penerapan Mulok Bahasa Kutai kini digenjot Pemkot Samarinda demi memperkuat pendidikan budaya daerah, memaksimalkan identitas lokal Samarinda, serta memastikan seluruh sekolah melaksanakan program bahasa Kutai sesuai ketentuan. Langkah ini diambil karena pelaksanaannya dinilai belum optimal hingga akhir 2025.

Upaya mendorong percepatan penerapan Mulok Bahasa Kutai terus dipertegas Pemerintah Kota Samarinda sebagai komitmen menjaga warisan budaya daerah. Dilansir dari RRI Kaltim, pemerintah menggelar Workshop Optimalisasi Pembelajaran Mulok Bahasa Kutai di salah satu hotel di Jalan Ruhui Rahayu, Samarinda Ulu, pada Rabu (10/12/2025). Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA itu menjadi strategi penting untuk mengembalikan pemahaman generasi muda mengenai sejarah, nilai tradisi, dan kearifan lokal yang berakar dari Kesultanan Kutai.

Melalui workshop tersebut, Pemkot Samarinda ingin memastikan bahwa Mulok Bahasa Kutai dapat diterapkan lebih luas dan konsisten di sekolah negeri maupun swasta. Pemerintah menilai penguatan bahasa daerah adalah unsur penting dalam membangun identitas Samarinda sebagai kota peradaban, di tengah derasnya arus budaya populer yang menyita perhatian generasi muda.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda, Asli Nuryadin, menegaskan bahwa kebijakan Mulok Bahasa Kutai merupakan instruksi langsung dari Wali Kota agar pendidikan tetap berakar pada budaya daerah.
“Pak Wali selalu mengingatkan bahwa kearifan lokal harus tetap menjadi bagian dari pendidikan kita, karena sejarah Samarinda sangat dekat dengan Kesultanan Kutai,” ujarnya.

Asli menjelaskan bahwa penerapan Mulok Bahasa Kutai telah memiliki dasar hukum melalui Peraturan Wali Kota (Perwali). Untuk ketersediaan materi ajar, Disdikbud telah melakukan penyelarasan konten bersama penerbit Yudistira. Namun, ia menekankan bahwa sekolah tidak diwajibkan membeli dari penerbit tertentu.
“Keputusan membeli buku dari penerbit mana pun tetap hak sekolah. Tidak ada kewajiban mengarah ke satu penerbit,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa pengadaan buku Mulok Bahasa Kutai dapat memanfaatkan dana BOS daerah maupun BOS nasional. Dengan demikian, orang tua siswa tidak perlu khawatir akan munculnya tambahan biaya karena pemerintah sudah memastikan pembiayaan pengadaan tidak membebani keluarga.

Terkait tenaga pendidik, Asli menilai pengajaran Mulok Bahasa Kutai tidak mensyaratkan guru dengan latar belakang pendidikan khusus. Yang dibutuhkan adalah guru yang benar-benar menguasai dan mampu mempraktikkan bahasa tersebut dengan baik.
“Tidak perlu guru dengan pendidikan tertentu. Yang penting mereka memahami Bahasa Kutai dan bisa mengajarkannya dengan baik,” ucapnya.

Ia berharap penerapan Mulok Bahasa Kutai berjalan semakin optimal agar siswa tidak hanya terpaku pada budaya luar, tetapi juga memahami nilai-nilai lokal sebagai bagian dari identitas mereka.

“Harapannya, anak-anak kita tidak hanya mengenal tren luar. Mereka harus memahami sejarah dan kearifan lokal yang menjadi identitas mereka,” ujarnya.

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp deadlinenews.co/

Gabung