deadlinenews.co/, PENAJAM – Program MBG Penajam, penerima manfaat MBG, SPPG, makan bergizi gratis, dan peserta didik menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara seiring meningkatnya jumlah siswa yang menerima layanan makan bergizi gratis. Kini tercatat 7.257 peserta didik menjadi penerima manfaat, naik signifikan dari sebelumnya 5.000 anak.
Dilansir dari Antara Kaltim, peningkatan ini terjadi setelah bertambahnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di wilayah tersebut. Sekretaris Daerah Penajam Paser Utara, Tohar, menyebut perluasan infrastruktur layanan gizi ini berjalan seiring dengan kebutuhan di lapangan. “Jumlah penerima manfaat MBG terus bertambah seiring dengan penambahan SPPG,” ujarnya, Rabu.
Pada September 2025, cakupan Program MBG Penajam baru menjangkau 5.000 peserta didik. Namun dengan empat SPPG yang kini aktif memasok menu, layanan program meluas hingga mencapai 7.257 penerima. Awalnya hanya dua SPPG yang beroperasi, kemudian bertambah menjadi empat seiring meningkatnya kebutuhan di masyarakat.
Empat SPPG yang kini beroperasi berada di Desa Bumi Harapan serta Desa Tengin Baru di Kecamatan Sepaku, dan dua lainnya di Kelurahan Gunung Seteleng serta Kelurahan Penajam di Kecamatan Penajam. Pemerintah daerah juga menyiapkan 35 SPPG satelit tambahan agar Program MBG Penajam bisa menjangkau wilayah terpencil. “Penambahan SPPG satelit itu menjadi bagian dari perluasan Program MBG yang ditargetkan dapat melayani lebih dari 10.000 peserta didik,” kata Tohar.
Kenaikan jumlah penerima manfaat Program MBG Penajam turut membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal. Mereka berpotensi memasok bahan baku menu program, sehingga perputaran ekonomi masyarakat ikut meningkat. “Program MBG juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berperan dalam pemenuhan kebutuhan pangan program nasional itu,” ujarnya.
Tohar menegaskan keberhasilan Program MBG Penajam sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pihak. Pemerintah daerah berkomitmen memastikan layanan makan bergizi gratis berjalan optimal, merata, dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik di seluruh kabupaten.