DEADLINENEWS.CO, TANJUNG REDEB – Sekretaris Komisi I DPRD Berau, Frans Lewi, menyoroti keterbatasan fasilitas pendidikan di Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih. Ia menilai kapasitas ruang belajar di salah satu SMP di wilayah tersebut belum memadai untuk menampung jumlah siswa yang terus bertambah setiap tahun.
Menurutnya, peningkatan jumlah peserta didik tidak terlepas dari pertumbuhan penduduk di kawasan tersebut, termasuk keluarga pekerja perusahaan yang tinggal di sekitar kampung. Kondisi ini membuat ruang kelas yang tersedia saat ini tidak lagi mencukupi.
“Dengan jumlah siswa yang terus bertambah, ruang belajar yang ada sekarang tentu tidak lagi memadai. Ini perlu menjadi perhatian agar proses belajar mengajar tetap berjalan dengan baik,” ujarnya.
Frans berharap pemerintah daerah dapat segera mengevaluasi kebutuhan fasilitas pendidikan di wilayah tersebut, termasuk kemungkinan penambahan ruang kelas serta penyediaan sarana penunjang seperti perpustakaan.
Selain itu, politisi dari Partai Hanura tersebut juga menyoroti persoalan infrastruktur, khususnya sistem drainase di sekitar jalan poros kampung. Ia mengungkapkan adanya pemotongan jalan di area dekat lokasi produksi aspal atau patching plant yang diduga tidak disertai perencanaan aliran air yang baik.
Menurutnya, saat pekerjaan dilakukan kondisi tersebut belum terlihat bermasalah karena belum memasuki musim hujan. Namun setelah hujan turun, air justru mengalir ke kawasan di belakang lokasi tersebut yang berada dekat dengan lingkungan sekolah.
“Ketika hujan turun baru terlihat dampaknya. Air mengarah ke area belakang yang merupakan kawasan sekolah dan berpotensi menimbulkan genangan,” jelasnya.
Ia meminta pemerintah daerah untuk menelusuri kembali persoalan tersebut dan segera mencari solusi, seperti membuat jalur pembuangan air yang lebih terarah agar aliran air tidak lagi mengganggu aktivitas di lingkungan sekolah. (Adv52)













