DEADLINENEWS.CO, TANJUNG REDEB – Kebijakan efisiensi anggaran daerah menjadi tantangan baru bagi pembangunan di Kabupaten Berau. Pemangkasan anggaran hingga Rp1,7 triliun membuat sejumlah program yang sebelumnya direncanakan harus ditunda. Akibatnya, pemerintah dan legislatif kini dituntut lebih selektif dalam menentukan prioritas pembangunan.
Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, menjelaskan bahwa kondisi tersebut memaksa pemerintah daerah menata ulang rencana pembangunan yang sebelumnya telah disusun, termasuk berbagai program yang diusulkan kepala kampung.
“Keterbatasan anggaran tersebut membuat kami harus menata ulang prioritas program yang dSubroto Minta Fokus pada Kebutuhan Mendesak, Jalan Usaha Tani Jadi Sorotanianggap paling mendesak bagi masyarakat di Kabupaten Berau,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, pada tahap awal pembahasan anggaran, berbagai usulan pembangunan dari kampung sebenarnya telah diakomodasi, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga jalan usaha tani. Banyaknya usulan tersebut bahkan sempat memunculkan optimisme bahwa Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) mampu menghasilkan program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kebijakan efisiensi anggaran membuat sejumlah rencana pembangunan di kampung dan kecamatan belum dapat direalisasikan,” ucapnya.
Subroto mengakui masih banyak proposal pembangunan dari berbagai sektor, termasuk kampung, kecamatan, pendidikan, hingga layanan kesehatan, yang terpaksa tertunda. Meski demikian, DPRD menegaskan komitmen untuk tetap memprioritaskan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Salah satu kebutuhan yang paling banyak disampaikan warga dalam agenda reses adalah pembangunan jalan usaha tani,” bebernya.
Menurut Subroto, keberadaan jalan usaha tani sangat penting karena mayoritas masyarakat menggantungkan perekonomian pada sektor pertanian, khususnya perkebunan kelapa sawit. Akses jalan yang kurang memadai dinilai menyulitkan petani dalam mengangkut hasil produksi dan berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi warga.
“Pembangunan jalan usaha tani diharapkan menjadi fokus utama dalam perencanaan pembangunan tahun 2027,” demikian Subroto. (Adv12)
